Nonton Istirahatlah Kata-Kata

Teman-teman, saya minta maaf. Semenjak sore, kami kru Mojok mendapatkan kunjungan persahabatan dari tim pembuat film ‘Istirahatlah Kata-kata’, yang berbahan utama sepenggal kisah penyair Wiji Thukul saat diburu rezim Suharto. Setelah menonton bersama film yang mendapatkan sambutan meluas di dunia internasional tersebut, kami ngobrol dengan asyik.

Di rentang yang bersamaan dengan itu, ada banyak sekali pesan masuk ke gajet saya perihal ‘ricuh’ aksi massa di Jakarta. Kebanyakan bertanya, apakah aksi tersebut akan menjadi ‘kerusuhan sosial’ atau tidak. Ada juga yang bertanya bagaimana nasib politik Ahok ke depan. Mojok sudah berjanji tidak akan memuat urusan apapun soal Pilgub DKI. Tapi karena pertanyaan penting soal aksi massa hari ini dan peta politik ke depan, saya akan menjawabnya. Soal Ahok, saya tidak akan menjawabnya.

Supaya mudah diakses, besok saya akan mencoba menjawab: apakah aksi massa hari ini akan berdampak meluas menjadi gerakan politik nasional dan atau dibarengi dengan kerusuhan sosial? Lusa, saya akan menulis pengalaman saya menonton film ‘Istirahatlah Kata-kata. Semua saya tulis di Mojok.

Jadi begitu ya. Saya masih ada satu rapat lagi malam ini. Salam hangat.

*Kepala Suku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.