Belum Bisa Magang di Mojok

Semalam, karena masih dalam suasana Lebaran, saya ditemani oleh Fawaz Sup Maraq melakukan silaturahmi ke dua guru saya: Mas Toto Rahardjo dan Pakde Simon HT. Kantor Mojok saya titipkan kepada beberapa kawan yang mau melakukan ‘Ekspedisi Munduk’.

Pulang ke kantor sudah agak larut. Sebelum saya menyusun konsep ekspedisi, kawan-kawan yanh saya titipi kantor, sempat memberitahu ketika saya pergi, ada dua rombongan mahasiswi datang. Kedua rombongan tidak datang bersamaan. Hanya yang tidak jelas bagi saya, apakah rombongan itu dari UII atau dari UI (mereka yang tinggal di kantor berdebat sendiri, dua orang bilang UI, dua lagi bilang UII). Satu lagi dari UIN. Lagi-lagi ini juga tidak jelas, UIN mana?

Tapi intinya, mereka bertanya apakah diperbolehkan magang di Mojok?

Terus terang ini pertanyaan yang sudah sering diberikan kepada kami semenjak Mojok berumur 6 bulan. Malam tadi, mau tidak mau saya harus memikirkan hal ini.

Begini teman-teman. Mojok bukanlah media besar. Kru kami hanya 10 orang. Kantor kami juga tidak seperti kantor media massa pada umumnya, yang ada jam kantor dll. Sistem kerja kami agak unik, sehingga saya harus menjawab: Kami tidak atau belum bisa menerima mahasiswa untuk magang. Saya benar-benar meminta maaf…

Tapi saya punya solusi. Anda boleh ikut rapat perencanaan media, yang kami helat setiap hari Senin. Sehingga Anda bisa menyaksikan dinamika, cara kerja, dan kekonyolan kami dalam mengelola Mojok. Tidak ada rahasia di Mojok. Hanya saja, maksimal 2 orang. Tidak bisa lebih. Dan setiap orang hanya boleh sekali ikut, karena Anda harus berikan kesempatan kepada orang lain.

Hal lain, Anda dipersilakan datang ke kantor Mojok kapan saja, jam berapa saja. Di Mojok, setiap kru punya jatah piket 4 hari dalam seminggu. Siapa tahu Anda ingin bertemu Agus Mulyadi dengan muka panik karena dikejar tenggat, atau menyaksikan Ega Pramudita dalam membuat ilustrasi Mojok. Bahkan Anda diperkenankan ikut melihat proses pengambilan gambar Movi (Mojok Video) yang digawangi oleh anak PMII Ali Ma’ruf.

Selain hal di atas, ada satu lagi yang penting saya nyatakan: Anda boleh mengundang kru Mojok untuk mengisi acara-acara tertentu (diprioritaskan acara lembaga dan komunitas). Hanya saja, saya sarankan Anda tidak menyebut nama spesifik yang mewakili Mojok. Di Mojok, semua orang adalah juru bicara Mojok. Anda hanya tinggal memberi undangan, lalu kami kirim orang. Bisa kami kirim redaktur, tim kreatif, atau web developer. Tergantung acaranya apa.

Dan ini yang penting: Silakan Anda tanggung transportasi dan akomodasinya, tapi Anda tidak diperkenankan memberi bayaran. Kecuali sebatas uang taksi. Misal dari kantor kami ke stasiun atau bandara, terus dari bandara atau stasiun di kota Anda ke tempat perhelatan acara. Dan, kami hanya memenuhi undangan untuk satu sesi saja. Kenapa? Karena kami semua bekerja. Kami tidak bisa meninggalkan kewajiban kami. Jadi maksimal, hari ini berangkat, besok balik. Sokur kalau pagi berangkat, sore atau malam sudah balik.

Kalau Anda ingin mengundang secara spesifik kru Mojok, misalnya Arlian Buana atau Prima Sulistya, atau Agus, Aditya Rizki yang tidak ada hubungan dengan Mojok, silakan kontak secara pribadi kepada mereka. Tentu kalau mereka diundang secara pribadi, diperkenankan menerima bayaran.

Supaya nyaman, kalau Anda ingin menyaksikan rapat perencanaan mingguan, atau sekadar ingin bertemu kru Mojok di kantor, silakan hubungi: Audian Laili. Kalau Anda ingin mengundang kru Mojok ke acara Anda, atau ikut proses pengambilan Movi, silakan hubungi: Dyah Permatasari.

Saran saya, jika Anda ke kantor Mojok, jangan sungkan. Kalau kami pas makan, langsung gabung. Kalau kami persilakan membuat kopi atau teh, silakan bikin. Dan jangan lupa: cuci piring dan gelas Anda sendiri. Kami tidak punya pembantu. Tentu saja, jangan sering-sering ke kantor kami. Beri kesempatan kepada yang lain ya…

*Kepala Suku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.