Dari Jaya Baya Ke Mojok

Salah satu media yang mewarnai hidup saya adalah majalah berbahasa Jawa: Jaya Baya. Saya bahkan menulis di media tersebut sejak masih duduk di bangku SMP.

Jaya Baya begitu dicintai pembacanya. Saya bahkan sangat suka membaca rubrik ‘Layang Saka Warga’, semacam surat pembaca. Tapi hampir semua isi tulisan itu, baik koreksi, kritik, permintaan dll, disampaikan dengan semangat cinta yang bergelora dari para pembaca kepada Jaya Baya. Komunitas pembaca Jaya Baya pun bertumbuhan, utamanya di kota-kota Jawa Timur dan Jawa Tengah. Continue reading “Dari Jaya Baya Ke Mojok”