Bergeser

Saya masih ingat bagaimana dulu banyak orang protes ke saya karena para penulis Mojok mayoritas laki-laki. Hanya kru Mojok-lah yang tahu bagaimana usaha keras kami mencoba membuka ruang bagi para penulis perempuan. Dari mulai proaktif menghubungi mereka, sampai membuat semacam pekan penulis perempuan.

Dan lebih sial lagi, kala itu, bukan hanya menang jumlah, sejumlah nama tenar penulis Mojok yang meraup pembaca sampai puluhan ribu sekali tayang, juga dihuni oleh laki-laki. Sebut saja Iqbal Aji Daryono, Arman Dhani, Rusdi Mathari, dan tentu saja Agus Mulyadi. Continue reading “Bergeser”

Perburuan

Hari-hari ini saya mempunyai kegiatan yang mendebarkan, menantang, tapi juga mengasyikkan. Benar, apalagi kalau bukan mencari tandem untuk Edo? Memang saya masih punya waktu karena Bana akan benar-benar nonaktif tanggal 28 Januari ini.

Brand dan engagement Mojok harus diakui menjadi beban tersendiri buat saya untuk mencari sosok yang tepat. Sewaktu dulu Mojok butuh orang untuk mendampingi Bana, di kepala saya hanya ada satu orang: Edo. Tidak ada yang lain. Dan terbukti, masuknya Edo ke Mojok begitu halus, cepat, licin, dan dalam waktu nisbi singkat, sentuhan dan kontribusi Edo langsung bisa kami lakukan. Gak kayak Roma yang setelah Garcia pergi malah ngambil Spalletti, dan hasilnya sungguh nggatheli: main di kandang, melawan juru kunci, dengan hasil seri. Continue reading “Perburuan”

Pemred Mojok Pindah Tempat

Ini bukan berita sedih. Arlian Buana sudah lama ingin menjadi wartawan. Lebih tepatnya suka melakukan liputan. Sebelum bergabung dengan Mojok, dia juga sempat menjadi wartawan.

Malam tadi, dia pamit untuk pindah tempat, bekerja di sebuah media baru. Dan tentu saja dia akan meninggalkan Yogya, balik ke Jakarta.

Bana adalah sosok penting di Mojok. Selain sebagai Pemred, dia punya spesifikasi untuk mengurasi tema-tema keagamaan. Maklum, dia lama menjadi santri dan mengajar di Pondok Pesantren Pabelan. Selain itu, Bana juga paling pas menjadi jurubicara Mojok di berbagai forum: artikulasinya bagus, logikanya runtut, dan wajahnya enak dipandang. Di sinilah saya sering tersipu setiap kali ada yang bilang, “Kru Mojok cakep-cakep, ya…” Continue reading “Pemred Mojok Pindah Tempat”