Tak Dijawab

Kalau dituruti, mungkin waktu kami akan habis untuk sekian hal yang tidak pernah kami persiapkan. Hampir setiap hari undangan berdatangan via email Mojok. Dari mulai bertanya soal harga iklan, ajakan kerjasama, wawancara, sampai izin untuk berkunjung di kantor. Kantor?

Ya. Ada lusinan surat resmi kunjungan ke ‘kantor’ kami, dan saking bingungnya tak ada yang kami jawab. Karena kami tak punya ‘kantor’. Kami hanya menempati rumah mungil dengan 3 kamar. Dua kamar dipakai untuk tempat tidur bagi kru Mojok dan beberapa teman lain, sekaligus untuk menampung teman-teman kami yang sering datang ke Yogya. Kamar yang satu lagi dipakai untuk ruang komputer. Selebihnya hanya ada dapur dan ruang tamu yang menyatu. Di situ, kami kerap bekerja. Bekerja? Ah, enggak juga. Lebih tepatnya bermain. Kalau ada tamu lebih dari tiga orang, kami lebih sering mengajak mereka bertemu di Angkringan Mojok, yang memang letaknya tak terlalu jauh dari rumah mungil kami. Continue reading “Tak Dijawab”

Tulisan Terbaik Mojok 2015

Teman-teman…

Mulai tanggal 21 sd 27 Desember, Mojok akan menayangkan tulisan-tulisan yang mencoba mengurasi beberapa tema sepanjang tahun 2015. Tulisan seperti ini tentu membutuhkan kejelian, kepiawaian, dan energi tersendiri. Penulis bukan hanya harus tahu soal tema tersebut, namun juga menilai, dan yang tak kalah menantangnya adalah mesti menuliskan sesuai dengan gaya Mojok.

Tema yang ada di dalam poster ini bukan harga mati. Anda bisa saja memilih tema sendiri yang menurut Anda relevan dan menarik. Banyaknya poin yang Anda kurasi juga manasuka. Tapi kami menyarankan minimal 5 dan maksimal 8. Jadi jika misalnya Anda mau memilih blogger terbaik 2015 versi Anda, sebaiknya dipilih minimal 5 dan maksimal 8. Alasannya kenapa? Hanya teknis belaka. Soal porsi yang pas. Semacam porsi sate, biasanya minimal 4 tusuk, maksimal 10 tusuk. Continue reading “Tulisan Terbaik Mojok 2015”

Pengirim Tulisan untuk Mojok

Belakangan ini, Mojok sering kesulitan mendapatkan naskah untuk ditayangkan. Persoalannya bukan benar-benar tidak ada naskah yang bagus. Lho kok bisa?

Jadi begini. Misalnya ada kasus MKD, belasan penulis Mojok menulis soal MKD. Padahal kami paling hanya akan memuat satu tulisan atau paling banyak dua tulisan. Sedangkan belasan tulisan tersebut, misalnya ada 8 tulisan yang layak tayang. Akibatnya apa? Ya, 6 tulisan lain yang mestinya layak tayang, mesti kami singkirkan karena kami hanya memuat dua tulisan untuk isi tersebut.

Belajar dari hal ini, ada problem mendadak bahwa para pengirim tulisan masih beranggapan bahwa Mojok akan selalu memuat tulisan-tulisan yang sesuai dengan apa yang sedang ramai disorot banyak orang. Padahal ya tidak selalu seperti itu.

Continue reading “Pengirim Tulisan untuk Mojok”