Untuk Jane, Perempuan yang Tidak Saya Kenal

Dua hari ini, saya dihubungi beberapa kawan dekat baik lewat telepon, wasap maupun email. Juga kotak pesan di fesbuk tentu saja. Kira-kira kalau saya peras dan saya tulis dalam bahasa saya sendiri, mereka bilang seperti ini:

“Puthut, kami tahu kalau Mojok bukan situsweb yang dibuat untuk sesuatu yang serius. Tapi Mojok tetaplah situsweb yang politis, dengan gayanya yang khas. Dan kamu tidak boleh lupa bahwa Mojok dibaca oleh banyak orang. Puluhan ribu orang dalam sehari, yang itu artinya puluhan ribu orang terpelajar sekaligus kelas menengah yang punya alat-alat advokatif. Continue reading “Untuk Jane, Perempuan yang Tidak Saya Kenal”

Agak Goyah

Suatu saat, seorang perupa ingin melukis. Ingin saja. Kalau nanti lukisannya jadi, akan dipajang di tembok rumahnya yang masih kosong. Akhirnya dia melukis. Ketika lukisannya jadi dipajanglah lukisan tersebut.

Suatu saat, seorang kolektor datang ke rumahnya. Dia tertarik dengan lukisan itu dan mau membelinya. Lukisan berukuran mungil 30 x 40 itu hendak dibeli seharga 10 juta rupiah. Angka yang cukup tinggi untuk perupa tersebut dengan ukuran lukisan seperti itu. Namun Sang Perupa tidak mau menjual.

Datang lagi kolektor yang lain. Lukisan itu mau dibeli 20 juta rupiah. Sang Perupa bergeming. Kukuh. Hingga datang lagi kolektor yang lain lagi, lukisan itu hendak dibeli 50 juta rupiah. Sang Perupa sempat berpikir sejenak. Lalu dia menggeleng pelan. Tidak lama kemudian seorang kolektor yang berbeda dari yang sudah pernah datang, tiba-tiba menawar lukisan mungil itu dengan harga 100 juta rupiah. Akhirnya Sang Perupa goyah. Dia menjualnya. Dia berpikir uang itu akan berguna untuknya, dan dia akan berkarya lagi. Continue reading “Agak Goyah”