Kuliner Mojok

Suatu kali, saya mewawancarai seorang guru besar terkait industri makanan dan minuman kita. Di sela-sela obrolan, seperti biasa, saya menyelipkan pertanyaan yang terkait dengan rasa penasaran pribadi. Saya bertanya soal kebiasaan penduduk Indonesia yang menjadikan mi instan sebagai lauk.

Di luar dugaan, dengan suaranya yang tegas tapi tetap sesekali melucu, dia menjawab begini: Kampanye mi instan sebagai makanan pokok sebaiknya dihentikan. Pertama, karena kalau itu terjadi, risikonya justru orang makan mi instan dan tidak makan nasi. Kedua, masyarakat kita memberi sentuhan lain, biasanya ditambah dengan makin banyak bumbu dan sayur. Ketiga, ketika menjadi lauk, satu bungkus mi instan dipakai hanya untuk satu keluarga (rerata terdiri dari 4 orang). Keempat, sebagai lauk atau sayur, mi instan tidak pernah berdiri sendiri, tetap saja ada lauk yang lain yang sesuai dengan wilayah tersebut. Continue reading “Kuliner Mojok”

Pertanyaan Tentang Mojok