[MOJOK.CO] “Kalau bodi sudah bagus, lalu apa?”

Semenjak lulus dari STM 8 tahun silam, saya tak terlalu memperhatikan berat badan. Biarin saja bakal gimana jadinya. FYI saja sih, semasa STM dulu badan saya tak sebesar ini. Nggak atletis-atletis banget, tapi rata dan enak dipandang. Dengan tinggi 172 senti dan hanya 65 kilogram ditambah paras rupawan, siapa yang mampu menolak ketampanan yang hqq seperti ini?

Saya sendiri sebenarnya adalah orang yang tidak begitu menyukai diet. Meskipun berat badan sempat di angka 85 kilogram, itu bukan masalah besar karena dulu pacar-pacar saya (menjura~) tidak memperbolehkan untuk mengurangi berat badan. Sudah cukup, “Nanti terlampau tampan banyak yang ganggu,” semuanya bersepakat demikian. Ya saya bisa apa~

Maaf, maaf.

Kali ini saya tidak akan riya perilhal fisik. Sudah tiada cela.

Kendati demikian, saya juga pernah kepikiran untuk melakukan diet. Bukannya apa-apa, saya tergolong mudah tergiur bujuk rayu iklan. Baca Webtoon yang isinya roti sobek, jadi ingin six-pack. Nonton Iklan L-Men, malah jadi pengin nyusu.

Suatu waktu saya sempat kepikiran untuk melakukan diet. Saya sempatkan waktu untuk berselancar maya dan tanya sana-sini. Hasilnya, kebanyakan pada gagal. Niat sudah ada, modal pun dipastikan ada, tapi dari berbagai kawan yang saya tanyai perihal ini, yang berhasil justru mereka yang melakukan diet dengan sederhana. Tidak butuh modal banyak, hanya bermodal niat dan keyakinan yang kuat.

Memangnya ada diet yang sederhana tapi tokcer?

Ada dong. Baca baik-baik ya.

1. Diet Nasi

Salah satu teman saya yang sekarang sudah menjadi wartawan terkemuka di belantara Ibu Kota adalah satu-satunya yang berhasil melakukan metode ini. Sebelum memulai kehidupan di Jakarta pada akhir 2015, ia sudah melakukan ini. Ia menjelaskan sampai berbusa-busa terkait diet nasi ini. Saya manggut-manggut saja, pura-pura percaya. Dan memang, setengah tahun kemudian ia sudah sok ganteng dengan berat badannya yang telah terpangkas 25% lebih.

Alasannya sederhana, demi cinta.

Mengurangi asupan nasi rupanya terbukti ampuh untuk mengurangi berat badan dengan cepat. Pasalnya, jumlah kalori yang terdapat dalam nasi porsi wajar adalah 250 kalori. Dengan mengurangi jumlah kalori tersebut, tubuh kita tak akan mendapatkan karbohidrat yang layak sehingga ia akan mencari nutrisi alternatif lain untuk dikonversi menjadi energi, yakni lemak.

BACA JUGA:  [MOVI EPS 3] Tragedi-Tragedi yang Sering Terjadi Di Bulan Puasa

2. Diet Murah

Entah apa nama sebenarnya dari diet ini, yang pasti diet ini dilakukan dengan cara menjalankan pola hidup sehat. Diet ini mengharuskan untuk sering-sering olahraga pagi, sarapan, makan sayur, minum jus, dan mengurangi asupan gula, tapi, masih makan nasi.

Prosesnya agak memang agak lama. Di awal saya ketemu teman yang menjalankan ini, badannya terlihat tidak ideal. Tumbuh ke samping. Setelah 3 tahun tidak bertemu, badannya jadi bagus seperti artis kenamaan Ibu Kota. Hingga saat ini ia masih melakukan jenis diet ini.

Kunci dari cara ini adalah kedisiplinan dan keteraturan. Kalian harus mengetahui asupan kalori harian yang harus diterima oleh tubuh. Cara hitungnya cukup mudah ikuti aja link di sini. Setelah mengetahui batasan kalori dalam tubuh, lakukan pengecekan kalori di tiap makanan yang akan dilahap. Merepotkan memang, tapi demi bodi, semua bisa jadi.

Sekarang, kalau tidak salah ia juga menambahkan program fitness di kesehariannya. Hal ini disebabkan karena ia masih ingin lebih langsing daripada saat ini. Entah apa motifnya.

3. Puasa

Tidak perlu menunggu bulan Ramadan untuk puasa. Di hari-hari biasa kita juga bisa melakukan puasa rutin, semisal puasa Senin-Kamis atau puasa Daud. Anjuran ini diajarkan orang tua saya. Adik saya, contohnya, ia melakukan puasa Senin-Kamis sebenarnya bukan untuk diet, melainkan untuk mendapat pahala (subhanallah). Akibatnya, dari dulu hingga sekarang ia tak pernah mengalami persoalan berat badan. Malah pacarnya yang sering ia khotbahi untuk melakukan puasa biar kurus. Hadeh.

Sebenarnya metode seperti puasa ini hampir mirip dengan diet OCD yang sempat dipopulerkan oleh mantan mentalist kenamaan Indonesia.

4. Diet Patah Hati

BACA JUGA:  Euro di Mata Pembenci Sepakbola

Ini adalah satu-satunya metode diet yang sering saya lakukan hingga sekarang :’) Patah hati punya efek samping tidak doyan makan dan banyak mengeluarkan energi (untuk nangis) serta cairan. It works, gaes.

No more articles