MOJOK.COSebetulnya, ada apa antara bidan dan perawat? Kenapa petugas kesehatan ini sering menjadi pasangan TNI, Polri, atau angkatan bersenjata lainnya?

Baru-baru ini ramai di media sosial soal streotipe angkatan bersenjata seperti TNI atau Polri yang biasanya bakal memilih berpasangan dengan perempuan yang berprofesi di bidang kesehatan—yang kebanyakan adalah bidan. Foto-foto prewed pasangan dengan profesi ini pun menjadi bahan bercandaan netizen.

Apalagi dengan adanya foto prewedding yang memperlihatkan seorang laki-laki berseragam dengan membawa senjata dan mengarahkannya ke seorang perempuan berbaju putih-putih. Lalu, si perempuan tersebut menutup ujung senjata dengan stetoskop. Sebuah foto menggelikan yang ternyata menjadi template untuk foto studio pasangan “serupa” lainnya. Selain foto-foto studio berdua yang sering kali mengandalkan seragam profesi mereka sebagai properti utama.

Belum lagi guyonan soal prosesi pedang pora dalam pesta pernikahan yang selalu diidentikkan sebagai sebuah gelaran yang jadi wedding dream para bidan dan perawat tersebut. Padahal, nyatanya banyak perempuan-perempuan lain yang kerjanya nggak hubungannya sama bidang kesehatan juga pengin nikahannya bisa di-pedang pora-in, kok.

Lantas, kira-kira apa alasan yang mendasari perempuan yang berprofesi bidan atau perawat sering menjadi pasangan laki-laki TNI, Polri, dan angkatan bersenjata lainnya? Mengapa pada akhirnya stereotipe ini muncul dan malah jadi bahan olok-olokan netizen? Oke, mari kita coba ulas pelan-pelan~

Baca juga:  Para Perawat Itu

Pertama, perlu diakui bahwa profesi bidan sangat identik dengan lingkungan pertemanan yang kebanyakan perempuan. Sebaliknya, profesi yang berbau angkatan bersenjata cukup identik dengan lingkungan pertemanan yang kebanyakan laki-laki. Nah, karena lingkungan mereka ini kurang majemuk, tentu ada kebutuhan lebih untuk mendapatkan perhatian dari seseorang dengan tipe yang “sangat berlainan” tersebut. Jadi ya, hasilnya… begitulah.

Kedua, bagaimanapun juga, kedua profesi ini sama-sama harus siap sedia kapan saja serta dalam keadaan apa pun untuk melaksanakan tugasnya. Keduanya pun sama-sama nggak punya jam kantor yang pasti. Mungkin, karena kesamaan inilah, mereka akhirnya memiliki perasaan senasib sehingga pasti lebih mudah untuk memahami satu sama lain. Khususnya dengan kesibukan masing-masing yang kurang bisa diprediksi.

Ketiga, ada kemungkinan hal ini dipengaruhi oleh atasan-atasan mereka yang juga punya kecenderungan yang sama. Sehingga, mencari pasangan dari profesi tertentu seolah menjadi sebuah kebiasaan di lingkungan kerja. Mungkin, ada sebuah achievement yang mumpuni ketika hal tersebut berhasil didapatkan.

Keempat, bidan atau perawat identik dengan perempuan yang telaten dalam merawat keluarga dan anak-anak. Bisa diandalkan dalam hal tersebut. Sementara profesi angkatan bersenjata dikenal sebagai pekerjaan yang mampu memberikan keamanan. Sungguh sebuah relasi yang saling menguntungkan satu sama lain dengan begitu melengkapinya, bukan?

Kelima, mungkin ini ada kaitannya dengan drama Korea berjudul Descendants of the Sun yang bercerita tentang kisah percintaan seorang dokter yang ditugaskan di medan perang. Hingga kemudian ia menjalin kasih dengan seorang tentara di sana. Keromantisan atau kesamaan nasib di antara mereka serta kesulitan mereka dalam menghadapi kondisi yang nggak mulus, bisa jadi memengaruhi insan-insan kesehatan dan angkatan bersenjata lainnya untuk menentukan pasangan yang terbaik bagi mereka.

Baca juga:  Walau Ditawari Menpora Jadi Atlet, Joni Maunya Jadi TNI

Tapi apa pun itu, bukankah nggak ada yang salah dengan pilihan dan selera seseorang termasuk soal pasangan? Lha wong, yang ngejalanin juga mereka sendiri. Jadi, ngapain saya ribet-ribet bikin perkiraan-perkiraan semacam ini, ya?

BACA JUGA Menikah dengan Perwira Demi Prosesi Pedang Pora atau artikel Audian Laili lainnya.