Kerjaan yang Cocok bagi Tengku Zulkarnain usai Tak Jadi Petinggi MUI Lagi
Kerjaan yang Cocok bagi Tengku Zulkarnain usai Tak Jadi Petinggi MUI Lagi

Kerjaan yang Cocok untuk Tengku Zulkarnain usai Tak Jadi Petinggi MUI Lagi

MOJOK.CO Meski Tengku Zulkarnain tak lagi di MUI, blio bisa kok berkarier di bidang lain karena punya modalnya. Nih beberapa di antaranya.

Nama Tengku Zulkarnain tak lagi masuk ke dalam susunan petinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025. Sebelumnya pria yang kerap disapa Tengku Zul ini menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI.

Memang tidak begitu mengejutkan. Tetapi nama Tengku Zulkarnain malang melintang di kancah keagamaan. Blio adalah salah satu pesohor 212. Kedekatannya dengan Sang Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab juga tak bisa terbantahkan lagi.

Namun kini, seorang tokoh kharismatik yang getol mengkritik kebijakan pemerintah ini sudah tak lagi menjadi petinggi MUI.


Kita tahu MUI adalah lembaga keagamaan yang sedikit banyak juga bermanuver pada urusan-urusan negara. Fatwa MUI pun amat berpengaruh pada sendi-sendi kehidupan umat. Dari urusan ritual agama sampai makanan halal.

Tidak lagi menjabat sebagai petinggi di MUI bukanlah akhir geliat dari seorang Tengku Zulkarnain. Lebih-lebih blio punya sepak terjang yang lumayan mentereng di berbagai bidang bukan cuma keagamaan.

Jadi saya percaya bahwa Tengku Zulkarnain bisa berkarier di bidang lain. Termasuk mencoba menggeluti lebih dalam pekerjaan-pekerjaan berikut. Yang boleh jadi sangat mashoook dan tepat buat perjalanan karier kehidupan Tengku Zul berikutnya.

Musisi

Kiprah Tengku Zulkarnain di belantika musik tanah air tak bisa dianggap kacangan. Blio lihai menggerakkan jari jemarinya dalam bermain gitar. Tengku Zul pernah menyanyikan lagu “Angela” yang dipopulerkan Jose Feliciano.

Bukan cuma itu saja. Tengku Zul juga pernah menyanyikan lagu lain. Seperti lagu “Rindu Rasul” yang dipopulerkan grup musik Bimbo, serta tentu saja lagu “Bebek-bebekku” yang dipopulerkan Vien Is Haryanto, yang katanya sering dinyanyikan blio semasa kecil.

Baca juga:  Ivermectin Beneran Obat COVID-19? Jangan Mudah Percaya Pesan WhatsApp dengan Status ‘Forwarded Many Times’

Tengku Zulkarnain pun pernah menjajal kebolehannya dalam dunia tarik suara. Blio tercatat pernah tampil di sebuah hotel. Pasti kalian kaget kan? Ustaz yang getol setengah mampus urusan agama itu, lah kok jebul pernah manggung juga.

Setelah tak lagi menjabat di MUI, Tengku Zulkarnain bisa mengasah kembali keahliannya dalam bermain musik. Tidak ada kata terlambat untuk berkarya, walaupun umur sudah setengah abad. Gapapa.

Barangkali musik menjadi langkah awal Tengku Zul untuk merambah ke dunia non-agama dan non-MUI. Iya kan? Saya rasa, tidak ada salahnya seorang Tengku Zulkarnain bermain musik, kali aja dengan begitu blio jadi orang yang asyik.

Dalam menggeluti dunia musik, dan sebelum menjadi musisi yang pilih tanding, Tengku Zulkarnain terlebih dahulu mungkin perlu bikin nama panggung. Ya biar kalau dipanggil ke atas pentas nggak terkesan mau ceramah gitu, tapi memang betul-betul mau nyanyi atau unjuk kebolehan bermain gitar.

Belajar dari Iwan Fals atau Doel Sumbang, Tengku Zul boleh bikin nama yang semacam itu. Maksudnya, nama-nama yang bertolak belakang dengan aslinya. Iwan Fals meskipun namanya Fals, tapi suaranya bagus, Doel Sumbang pun begitu.

Hmmm oleh karena itu, saya mengusulkan nama panggung Tengku Zul adalah Zul Kanopi…

… ya karena ceramah-ceramah blio yang suka kelewat teduh dong, apalageee?

Ekonom

Usulan Tengku Zulkarnain pada masa lalu untuk menjadikan Danau Toba wisata halal dengan fasilitas penunjangnya merupakan gagasan yang visioner. Saya percaya, Tengku Zul telah mempertimbangkan masak-masak usulannya itu.

Kalau ingatan saya tidak berkhianat, usulan itu sudah ada sejak 2019 dalam cuitan Tengku Zul di Twitter. Dan mari, saya ajak untuk membuktikan usulan blio memang sungguh visioner.

Baca juga:  Selamat Jalan, Benny!

Data Global Muslim Travel Index (GMTI) tahun 2020 menunjukkan jumlah wisatawan Muslim diperkirakan mencapai 158 juta orang. Nah, terbukti to usulan blio? Kalian akan bertambah tercengang setelah saya sodorkan data yang lain lagi.

Laporan Mastercard-CrescentRating Digital Muslim Travel Report tahun 2018, transaksi wisatawan muslim bakal melalui layanan online diperkirakan bakal mencapai US$180 miliar, atau setara Rp2.700 triliun di tahun 2026.


Dari data-data tersebut, boleh jadi Tengku Zulkarnain punya bakat menjadi seorang ekonom selain penceramah yang ngurus MUI.

DNA Tengku Zulkarnain sesungguhnya mungkin adalah seorang ekonom. Namun karena pas lahir blio berada di lingkungan muslim, maka jadilah ulama. Besar kemungkinan, setelah tak lagi di MUI blio akan menjadi seorang ekonom.

Tampil di berbagai media sudah bukan lagi bicara masalah agama, tapi ekonomi. Pertumbuhan ekonomi, inflasi dan deflasi, potensi ekonomi, dan macam-macamlah.

Kalau ndilalah nggak ada media yang mau ambil statemen blio tentang ekonomi, ya belio masih bisa kok mengutarakan analisa ekonominya melalui Twitter.

Bakal ramai juga kok pasti, ya nggak, Teng?

Sejarawan

Jika kalian mengetik nama “Tengku Zul” di Google, maka akan berderet berita-berita Tengku Zulkarnain yang bicara topik historikal. Yang paling bikin geger adalah bagaimana seorang Tengku Zul ingat betul hari lahir PKI saat semua orang nggak “ngeh”.

Dalam urusan sejarah, Tengku Zul memang jempolan. Selain sanggup mengurus soal fatwa di MUI, beliau juga sanggup menghafal detil kapan hari ulang tahun PKI. Kata blio PKI lahir 23 Mei 1920, dan tahun ini PKI berumur 100 tahun.

Baca juga:  Beda Cara Anies dan Ahok Menangani Banjir Jakarta

Mungkin Tengku Zulkarnain telah khatam beberapa buku-buku sejarah yang tebal-tebal itu. Buku-buku macam Kronik ’65, Madiun 1948, Sapiens, Homo Deus, Babad Tanah Jawi barangkali menjadi bacaan wajib blio. Kalaupun tidak, mungkin Tengku Zul telah membaca berjilid-jilid LKS yang dibikin Tim MGMP Sejarah.

Penguasaan blio dalam bidang sejarah sudah tak mungkin terbantahkan lagi. Selain pendakwah, jiwa sejarawan juga mengalir dalam kromosom seorang Tengku Zulkarnain. Suatu saat bisa jadi blio akan menulis buku sejarah PKI dengan judul PKI yang Saya Pahami.

Buzzer

Modal penting seorang buzzer adalah followers yang banyak, mental penggerak, dan punya kata-kata yang mampu membius atau menggugah banyak orang. Nah, Tengku Zulkarnain punya itu semua.

Di Twitter blio punya (ketika saya menulis ini) sekitar 442 ribu followers. Hebatnya, blio nggak perlu repot-repot cari followers pakai cara seperti kita yang masih butuh mutualan. Salah satu karomah yang dimiliki Tengku Zulkarnain adalah blio mampu mendulang followers sebanyak itu, tanpa satu pun mengikuti akun lain di Twitter.

Kekuatan tweet Tengku Zulkarnain pun luar biasa dahsyat. Tanpa perlu mengemis re-tweet dan like, blio sudah mendapatkan itu dengan mudahnya dalam sekali tweet. Tak ayal, selepas tak menjabat di MUI, blio begitu cocok menjadi buzzer.

Namun blio saya rasa ogah jadi BuzzeRp. Sebab selama ini kan blio dikenal selalu memberikan koreksi pada pemerintahan Jokowi. Ya setidaknya, blio bisa jadi buzzernya oposisi. Itu pun kalau yang disebut oposisi masih ada. Eh.

BACA JUGA Mengapa Hanya Tengku Zulkarnain yang Hafal 23 Mei Tahun Ini PKI Ulang Tahun Tepat ke-100? dan tulisan Muhammad Arsyad lainnya.