[MOJOK.CO] “Aku yang paling mengerti anjingku, karena aku anjing.”

Aku kesel deh. Kenapa orang-orang ini pada ribut karena anjing yang kutinggal di mobil. Emang salah aku apa sih? Kan cuma aku tinggal delapan jam lebih. Kenapa orang-orang ini pada marah? Aku kan cuma ninggalin anjingku dalem mobil tanpa minum dan makan selama berjam-jam dalam ruangan panas di kabin mobil. Salahku apa sih sampai mau dilaporin polisi? Lagian kalo mati kenapa? Kan bisa beli lagi, adopsi lagi, cuma anjing ini, bukan manusia.

Gini ya. Aku ini kan cuma pengen foto-foto lucu sama anjingku. Kenapa kalian yang ribet sih? Yang paling ngerti anjingku, ya aku dong sebagai pemiliknya. Jangan sok peduli deh dengan binatang. Emang dipikir orang-orang yang suka dengan anjing itu peduli dengan peliharaannya? Kukasih tahu ya, nggak. Coba deh, emang ada orang yang peduli dengan binatang saat bencana alam? Emang ada orang-orang mau naik gunung yang sedang aktif cuma buat ngasih makan dan minum anjing-anjing liar? Please deh ya, udah untung aku cuma taroh di mobil, bisa-bisa lain kali kutaruh anjingku di bagasi. Kalian mau apa?

Memangnya ada peraturan di Indonesia yang melarang pemilik binatang memperlakukan buruk peliharaannya? Wong banyak itu kasus di mana anjing dibuang, anjing adopsi buat dijual kembali, anjing dijagal buat dimakan, atau kucing ditembakin sampai mati pake senapan. Please deh ya, aku cuma nyekap anjing aja udah sampe trending topik, diomongin ke publik, orang-orang ini please get a life. Jangan suka nyampurin urusan orang lain. Emang nggak ada hewan lain yang bisa diurus apa? Orang utan kek atau gajah gitu.

Lagian ini cuma binatang, bukan manusia. Kalo aku minta manusia berjam-jam bekerja 49 jam perminggu dalam pabrik seperti buruh Aice boleh deh marah. Ini kan nggak. Cuma anjing, hebohnya kaya aku menelantarkan mahluk hidup. Ini anjing lho. Hewan yang sering kita gunakan makian buat menyakiti orang lain. Giliran anjing beneran aku sekap tanpa minum dan makanan berjam-jam pada marah. Tolonglah adil jangan menghakimi aku.

Emang kalian itu nggak pernah baca berita apa ya? New York Times pernah nulis soal tingginya permintaan daging anjing di Indonesia. Mereka bilang tiga kota di Indonesia; Yogyakarta, Bali, dan Jakarta merupakan kota dengan tingkat konsumsi daging anjing tertinggi. Padahal udah tahu daging jenis ini tidak baik dikonsumsi, eh malah dimakan.

Manusia ini juga nyebelin deh. Bisa sayang banget sama anjing, sama kucing, sama monyet, urang utan, gajah, tapi susah banget sayang sama manusia. Iya tahu kalau manusia itu yang ngebabat hutan yang jadi rumah binatang buat bikin hutan sawit, yang buat reklamasi pantai dan bikin habitat ikan rusak, tapi please deh, kenapa cuma anjing aja ribut? Emangnya kalian nggak bisa apa gitu bikin gerakan lain yang lebih oke daripada ngurusin hewan?

Lagian aku nggak minta kalian peduli sama anjingku. Nggak minta ngasih makan dan minum buat hewan yang disekap berjam-jam dalam kendaraan. Sebenarnya aku nggak mau bilang alasan kenapa aku naruh hewan peliharaanku di mobil selama berjam-jam. Tapi kalau kalian mendesak ya apa boleh bikin, akan aku kasih tahu, tapi ini rahasia ya. Sebenarnya anjingku itu sedang melakukan laku tirakat. Sedang laku prihatin. Sebenarnya aku sih nggak tega, tapi gimana ya, wong anjingku sendiri yang pengen begitu. Aku hanya bisa pasrah.

Terus nih ya, ada yang marah karena aku membiarkan anjingku menjalankan laku prihatin. Terus aku dikasih tahu kalau ada undang-undang di Indonesia tentang perlindungan hewan. Tidak hanya hewan peliharaan tapi juga hewan liar. Indonesia punya peraturan yang melarang segala bentuk kekejaman terhadap hewan. Artinya jika ada penganiayaan atau kekerasan yang dilakukan manusia terhadap hewan untuk tujuan selain perlindungan diri, ia bisa dijerat dengan undang-undang.

Aku juga baru tahu kalau pasal 302 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, disebutkan orang bisa dipenjara paling lama tiga bulan atau denda Rp 4.500 kalau ketahuan menyakiti hewan, tidak memberi makan mereka, atau sampai mati dipenjara sembilan bulan. Aduh murah amat. Sekali pemotretan lunas ini mah. Aku milih bayar denda aja deh daripada dipenjara. Eh mainnya gini kan? Atau gimana? Sorry nih aku nggak paham hukum, tahunya bersenang-senang.

Lagian, kalo pun aku menyakiti hewan, aku hanya melestarikan tradisi yang sudah ada. Dulu ada orang yang suka pamer nembak kucing sampai adu anjing. Salahku di mana?

Bukan salah aku dong kalo aku ikut-ikutan goblok dan barbar memperlakukan binatang. Inget nggak dulu kasus orang yang sembilan kali nembak kucing, pamer di facebook, sampai dipecat. Kok kalian jahat sih, kan cuma kucing yang dibunuh, bukan manusia. Kan bisa orang yang menyakiti binatang itu dihukum jadi relawan pemeliharaan. Mereka disuruh merawat anjing, kucing, atau hewan yang terluka selama setahun misalnya. Ini malah dipersekusi sampai nggak punya kerjaan, ntar anak istrinya mau makan apa?

No more articles