Ini tulisan sedih. Beneran, tapi ya gitu, bukan sembarang sedih. Ini adalah keprihatinan saya selaku umat. Saya kira bangsa ini sudah melupakan khittahnya sebagai bangsa yang bermartabat dan beragama. Ya memang ada Majelis Ulama Indonesia, tapi ya gitu. Organisasi ini kalo gak bikin fatwa sesat ya fatwa haram.

Soal jemaat Ahmadiyah, misalnya. Sejak divonis sesat oleh MUI, tiba tiba kekerasan terhadap jemaah ini meningkat. Sedih saya. Lho piye ndak sedih? Orang mau beribadah kok dilarang, orang mau beragama kok diburu, orang mau berkeyakinan kok dibatasi. Iki piye? Dalam sebuah laporan dikatakan, sebelum ada label sesat dari MUI dan SKB tiga menetri, masyarakat dan jemaat Ahmadiyah hidup baik-baik saja.

Tapi setelah muncul fatwa sesat itu kebengisan meningkat, dari yang sekedar menyegel masjid jadi pembunuhan yang keji. Puncaknya ya itu, saat tiga jemaat Ahmadiyah di Cikeusik. Saya njuk jadi mikir, merasa bersalahkah mereka yang bikin fatwa sesat sehingga melahirkan kekerasan sampai berujung kematian? Nyawa orang lho yang hilang.

Ini bukan sekedar debat kusir tidak bermutu soal halal haram mengucapkan selamat natal, tapi karena sebuah pernyataan yang dibuat gegabah, nyawa dan hidup manusia jadi terancam. Sebenarnya apa sih fungsinya MUI itu? Lebih dari itu, siapa saja sih orang orang yang jadi anggota MUI? Mosok bikin fatwa haram Pluralisme hanya berdasarkan argumen sempit dan definisi yang kacau.

Lha piye ya, kalau bangunan logika dan pemahamannya salah ya mosok mau diikuti? MUI mengharamkan Pluralisme karena dianggap mengajarkan sinkretisme agama atau penyamaan kebenaran semua agama. Pluralisme diartikan oleh MUI sebagai paham menyamakan semua agama atau sinkretisme. Lha ini belajar ngaji kitabnya di mana? Pake kamus apa kok bisa pluralisme ini dianggap menyamakan semua agama? Wah kalo bikin definisi aja sudah ngaco, apa ya fatwanya pasti benar? Gimana mau memberi hukum terhadap sesuatu kalau pemahamannya saja salah?

Belakangan MUI juga mengeluarkan fatwa haram merokok. Kalo ini saya setuju. Mengapa? Dengan demikian, artinya MUI bisa mandiri, tidak akan minta berharap dana hibah ormas dari pemerintah. Lho gimana? Dari penerimaan cukai Februari 2014 sebesar Rp 12,9 triliun, 98 persen disumbang oleh hasil tembakau. Dana ini masuk ke dalam penerimaan negara yang akan digunakan untuk APBN, siapa yang jamin bantuan pemerintah itu tidak ada yang berasal dari rokok?

Maaf lho ini, sudah mengharamkan rokok tapi berharap mendapatkan dana bantuan sosial atau dana hibah pemrintah yang uangnya berasal dari cukai rokok. Kok kesannya gimana gitu ya? Sudah mengharamkan tapi kok minta jatah uang. Udah bagus dikasih dana bantuan malah sekarang menutut lebih. Ini organisasi macam apa? Masa gak tahu kalau sebagian dana pemerintah itu berasal dari produk yang diharamkan oleh mereka?

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain lalu mengatakan “Islam sengaja dihancurkan dan dihilangkan. Dengan tidak mencairkan bansos, jelas-jelas itu membunuh ormas-ormas terutama ormas Islam.”

Saya jadi bingung, katanya MUI pewaris tugas-tugas para nabi (waratsatul anbiya), kok butuh uang? Katanya pemberi fatwa (mufti) kok butuh dana hibah? Katanya pembimbing dan pelayan umat (ri’ayat wa khadim al ummah) kok minta bantuan dana? Katanya penegak amar ma’ruf nahi munkar kok mengharap bantuan?

Kalau memang benar benar MUI itu organisasi yang bergerak atas nama umat, ya konsisten dong. Berjuang atas nama umat, tanpa mengharapkan imbalan.

Untuk itu, saya mengusulkan agar Saipul Jamil saja jadi ketua MUI menggantikan Pak Din Samsyudin. Lho bukan, saya gak bilang Pak Din tidak kredibel sebagai ketua MUI. Beliau dalam banyak kesempatan terbukti sebagai orang yang sangat toleran dan cerdas. Tapi saya pikir Pak Din lebih baik memimpin lembaga yang lain saja.

Jika Bang Ipul yang jadi ketua kan enak, setiap hari MUI akan menjadi fokus perhatian masyarakat. Bang Ipul beberapa kali juga berdakwah secara terbuka. Misalnya soal hijab, tidak tanggung-tanggung Bang Ipul meminta Chef Ako untuk berhijab di sebuah acara televisi . Alasannya? Mengajak menuju surga. Bang Ipul melakukannya tanpa pamrih, tanpa mengharap balas jasa atau dana bansos.

Demi menegakkan sunah rasul, Bang Ipul bahkan menganjurkan poligami. Coba, kurang apa beliau sebagai seorang pemimpin lembaga dakwah?

  • Nasirullah Sitam

    Nggak kebayang kalo Saipul Jamil jadi ketua MUI 😀

  • Ucie Ci’luz

    Aku islam tapi aku tidak mendukung yg nama na poligami.

    • Faktanya yang tidak bisa dipungkiri adalah di permukaan bumi saat ini, jumlah wanita jauh lebih banyak dibandingkan pria dan hal ini terus mengalami peningkatan. Efeknya, bila seorang pria hanya mempunyai satu orang istri saja, maka sangat banyak wanita akan terancam tidak mendapatkan suami..
      Nah, solusinya yaitu poligami. kalo tidak, siapa yg mau ngasih makan wanita yang tersisa?

      • Ridho Alief

        siapa yg mau ngasih makan? dipikir wanita ga bisa nyari makan sendiri? lingkar otakmu brooo…

      • Dwi Purwanti

        Fakta dari mana, Om? Coba ke India, China atau Nepal, jumlah lakinya banyakan dari perempuan. Lagian kalo mau ngomongin populasi dunia seingatku jumlah lelaki masih lebih banyak dari perempuan.

  • Ricky Fajar Sidabutar

    kurang kena finalnya nihh

  • wah oke juga kalau berfatwa sambil dinyanyikan..hahaha

  • Gugun Ekalaya

    ntar Nassar KDI jadi menteri agama?

  • diaz

    Kamu harus belajar agama lebih dalem lagi kayanya ya. Baru nulis ttg pluralisme.

  • Kantong Kresek

    Tulisan paling gegabah sepanjang saya baca mojok.co.
    Menuduh fatwa sesat MUI sebagai biang “pembunuhan” thd penganut Ahmadiyah tidak hanya keji, tp ndak berdasar:
    1. Apa di fatwa sesat tsb ada perintah untuk membunuh penganut Ahmadiyah? Nope. Dan ga ada paksaan untuk nurut ke MUI, kalau penulis punya ilmu yg lebih tinggi dr MUI, monggo utk jalan sendiri.. Toh di Alquran jg hanya menyarankan utk ikut alim ulama, klo ga mau ikut ya monggo.
    2. Fungsi MUI memberikan guideline pemahaman Islam yang benar, dari sudut pandang agama. Kalau penulis mencampur adukkan dengan kekerasan yg lebih ke penegakan hukum mah ga nyambung.
    3. Mengaitkan putusan2 dengan kebutuhan sebuah organisasi akan pembiayaan ini biasanya dipakai untuk mendelegitimasi organisasi bersangkutan. Ga semua org bisa dibeli dgn uang mas, picik bgt pola pikir mengeneralisir begini. Dan MUI ndak terima duit dr perusahaan rokoknya langsung. Kalau MUI harus cari tau duit negara yg dikasihkan ke MUI itu asalnya drmn ya repot. Persoalan klo rokok diharamkan bakal mengurangi subsidi ke MUI itu bukan urusan MUI.
    Saya percaya lembaga ini masih kredibel, mungkin kalau penulis bisa memberi analisa mendalam dari sudut pandang Islam terkait kesalahan fatwa MUI artikelnya lebih menarik 🙂 Tapi mojok.co bukan portal Islam ya.. hehehe

  • ABy

    wooi..woi..woi… Din Syamsuddin itu ketua Muhammadiyah, bukan MUI -_-
    kalo MUI itu Aqil Surat, surat, sarap, sesat, sirat, apalah… whatever..

    • Arief Muhammad

      Menuduh Din Syamsuddin sebagai Ketua MUI adalah kejahatan luar biasa.

  • smurfin

    kurang laki

  • Anita Whaff

    Punya android? Mau punya penghasilan tambahan dari HP android?
    Caranya :
    1. Buka playstore
    2. Download dan install aplikasi “whaff reward”
    3. Login menggunakan fb
    4. Masukan kode BP31706 untuk mendapatkan $0.30 pertama anda
    5. Download aplikasi yg tersedia di whaff dan dapatkan $1-$10 setiap harinya
    Gratis tidak dipungut biaya sepeserpun.

No more articles