[MOJOK.CO] “Garansi distributor menimbulkan kegalauan saat aku sudah mantap ingin punya handphone baru.”

Dalam transaksi jual beli handphone, perihal garansi umumnya menjadi penting dan sangat dicermati pelanggan. Bahkan, pertanyaan soal garansi biasanya menjadi pertanyaan nomor satu bagi calon konsumen kepada si penjual. Tak pelak, perkara garansi sering menjadi kegalauan tersendiri.

Dulu saya kira, garansi ya garansi. Nggak pake tipe-tipean. Ternyata, dalam dunia hape, ada dua jenis garansi yang dikenal, yaitu garansi resmi dan garansi distributor.

Setelah mengenal istilah-istilah garansi ini, saya baru ngeh bahwa ternyata, dalam dunia jual-beli hape, segalanya tidak semudah “bayar-dan-dapat-barang-bagus”.

***

Beberapa hari lalu, Lazada menjadi media penjualan Xiaomi yang diserbu banyak orang. Dengan garansi melalui distributor resmi mereka, TAM, produk ini langsung ludes seketika.

Lalu, apa bedanya garansi distributor dengan garansi resmi?

Distributor-distributor yang dimaksud di sini umumnya merupakan importir yang mendapat izin dari kementerian terkait. Dengan perannya sebagai distributor, mereka menjual produk-produk hape (atau barang lainnya) yang biasanya tidak masuk ke Indonesia melalui jalur resmi. Contoh distributor-distributor ini adalah GMT/B-Cell dan WII.

Sebagai gambaran mudah, mari bayangkan sebuah hape yang diperjualbelikan di Tiongkok. Hape ini kemudian disalurkan oleh sebuah distributor ke Indonesia dengan segala fitur dan tampilannya yang masih “Tiongkok-banget”. Artinya, mereka menjual produk hape yang tidak mengalami penyesuaian untuk dijual di Indonesia. Dalam fitur bahasa, misalnya, hape tadi hanya akan memiliki pilihan bahasa Mandarin dan bahasa Inggris.

Dyaaar, mamam tuh, kemumetan yang hakiki.

Garansi distributor juga memiliki kekurangan pada segi service center. Karena mereka bergerak sebagai distributor yang tidak resmi dari vendor/pabrik produk asli, kamu tidak akan bisa melakukan klaim garansi langsung di service center produk tersebut. Klaim garansi yang bisa kamu tempuh adalah melalui service center distributor tempatmu membeli.

BACA JUGA:  Kenapa Harga Xiaomi Murah dan iPhone Mahal?

Sialnya, beberapa distributor terkesan bermain “nakal” dan bertaktik gerilya. Tidak sedikit service center distributor tidak resmi yang terlihat tidak menjanjikan, berpindah-pindah alamat, bahkan tutup tanpa ada kabar kelanjutannya.

Yang paling mengenaskan, produk hape dengan garansi distributor biasanya dikaitkan dengan barang replika, KW, atau tiruan, walaupun tidak sepenuhnya benar. Beberapa pembeli melaporkan bahwa hape yang mereka dapatkan dengan garansi distributor lebih cepat rusak dan tampak seperti hape bekas.

My lov, itulah risiko membeli barang dengan garansi distributor. Tentu saja, tidak semua distributor akan membuatmu KZL karena masih ada pula distributor yang trusted. Tapi, tetap, waspadalah: selalu ada kemungkinan~

***

Orang-orang bilang, harga hape dengan garansi distributor itu lebih murah, sedangkan hape dengan garansi resmi harganya jauh lebih mahal. Dengan alasan inilah, mereka lebih memilih membeli hape dengan garansi distributor.

Lumayan, selisihnya bisa buat ditabung, kata mereka.

Namun demikian, banyak pula orang berpendapat bahwa hape dengan garansi resmi memang jauh lebih “aman” untuk dibeli.

Lagipula, asal kamu tahu: membeli produk dengan garansi distributor ibaratnya mengiyakan ajakan seorang lelaki untuk nonton dan makan malam bersama, sampai-sampai kamu merasa baper berlebihan, padahal ia belum tentu memiliki tujuan khusus padamu, apalagi untuk hal yang berbau romantis.

Di saat yang bersamaan, sesungguhnya, harapanmu sedang digantung.

Alias, tyda ada jaminan, my lov~

Komentar
Add Friend
No more articles