• 27
    Shares

MOJOK.CO Film terbaru Iqbaal Ramadhan membuka open casting figuran. Syaratnya, pelamar harus cantik dan ganteng banget, hingga masuk klasifikasi grade A+.

Pagi tadi, saya menerima broadcast di WhatsApp berisi sepotong gambar informatif. Melalui pesan ini, berita baru pun datang: sedang diadakan open casting untuk ekstras/figuran di film Bumi Manusia.

Sebagai mbak-mbak yang sempat mengagumi Iqbaal Ramadhan di film Dilanku 1990 dan rindu bermain peran, mata saya refleks melotot. Sedikit, sih, soalnya saya sipit. Dalam hati, saya berseru, ‘Wah, wah, kesempatan!’

Ya, tentu kita semua tahu: dalam film Bumi Manusia, Iqbaal Ramadhan telah dinobatkan menjadi pemeran Minke!

Tapi, hanya dalam 3 detik, mimpi saya jatuh berantakan. Pecah. Kroak. Apa pasal?

Dalam pesan tadi, ada 3 peran yang tersedia dalam open casting. Ketiganya untuk esktras, tapi dua di antaranya memiliki syarat khusus, yaitu:

  • wanita, harus yang cantik banget grade A+; dan
  • pria, harus yang ganteng banget grade A+.

Sementara itu, peran ekstras ketiga tidak mensyaratkan hal yang sama, melainkan hanya bertuliskan:

  • lokal, mix laki-laki dan perempuan.

See nomor 1 dan 2? (((Cantik banget grade A+)))

Belum pulih keminderan saya karena melihat syarat “cantik banget grade A+” , saya mendapat informasi lain bahwa karakter ekstras grade A+ tadi—baik yang laki-laki maupun perempuan—hanya akan mendapat jatah syuting 1-2 hari, tapi dengan kepastian wajah masuk kamera. Sementara itu, karakter ekstras lokal bisa mendapat kesempatan syuting berhari-hari, tapi yaaaa… nggak janji juga bakal keliatan di film!

Baca juga:  Om Ben Anderson dan Arkeologi Persekongkolan dalam Hidup Beta

Sebagai orang yang haus pengakuan dan eksistensi, tawaran ekstras yang pertama tentu lebih menggiurkan. Tapi masalahnya, saya tidak merasa saya cantik—atau, secantik itu. Atau, lebih-lebih, saya tidak tahu standar kecantikan grade A+ yang dimaksud.

Terlepas dari valid atau tidaknya lowongan open casting filmnya Iqbaal Ramadhan tadi, saya benar-benar tergelitik dengan persyaratan yang diberikan. Maksud saya, siapa sih yang menetapkan tingkat kecantikan dan kegantengan seseorang? Siapa yang menilai? Di mana saya bisa ikutan tesnya? Ada remidialnya nggak?

Pertanyaan-pertanyaan saya ini melaju begitu saja di kepala. Karena saya perempuan, rasa-rasanya saya jadi ingin mendata nama-nama yang kemungkinan bisa lolos syarat “cantik banget grade A+” dan bisa bertemu Iqbaal Ramadhan.

1. Shizuka Minamoto

Kecantikan Shizuka adalah harta karun kita sejak kecil. Jika anak-anak laki-laki menyukai Shizuka yang manis dan lucu, anak-anak perempuan mengidolakannya sebagai panutan bergaya, seakan-akan Shizuka adalah guru dalam How to be a Good Girl sedunia.

Tapi, pada dasarnya, kunci kecantikan Shizuka bagi hampir seluruh anak-anak di dunia ini disebabkan karena satu hal saja: ia rajin mandi dan membersihkan diri, sehingga tak ada kuman-kuman kesedihan dan kemuraman hidup yang menempel di setiap pori-pori tubuhnya. Mantap~

2. Siti Badriah

Kepopuleran Ayu Ting Ting dan Via Vallen sebagai penyanyi dangdut memang tak terbantahkan. Tapi, kalau perkara cantik, agaknya mereka berdua harus mundur sebentar dan memberikan tempat bagi Siti Badriah.

Baca juga:  Setelah Usia Puber, Lihat Kepintaran Orang Dewasa Sekarang Kok Lucu-Lucu Ya?

Penyanyi yang dikenal juga dengan panggilan SiBad (tolong ngga usah bikin pertanyaan semacam, “Apakah kalau SiBad berbuat baik, namanya akan berubah menjadi SiGood?”) ini telah menjadi lebih populer berkat lagunya yang berjudul Lagi Syantik. Alhasil, saat ditulis di tangga lagu, kita bisa membaca “Siti Badriah – Lagi Syantik”.

Kalau dibaca secara lisan, bunyinya pun menjadi, “Siti Badriah lagi syantik.”

Nah, kan!!!!11!!!!11!!

3. Saya Sendiri

Meskipun sempat minder, saya rasa tak ada salahnya untuk memasukkan diri sendiri ke dalam daftar nama wanita yang cantik banget grade A+. Soalnya, barusan saya tanya ibu saya, “Bu, saya cantik nggak?”

Eh, ibu saya menjawab, “Wah iya dong, cantik banget!”

Dan itulah, teman-teman, jawaban terpenting di seluruh dunia bagi saya. Ingat, surga di bawah telapak kaki ibu—kita tidak boleh membantah perkataannya, ntar durhaka, loh.

Mamam~