Tiangong-1-MOJOK.CO

Tiangong-1, Stasiun Luar Angkasa China yang “Jomblo” dan Akan Jatuh ke Bumi

MOJOK.CO Kenalan dulu sama Tiangong-1 yang akan terjun bebas ke Bumi, saudara-saudara.

Apa yang lebih mengkhawatirkan selain perasaan yang jatuh setelah diangkat tinggi-tinggi oleh pujaan hati? Jawabannya: kemungkinan jatuhnya sebuah satelit luar angkasa ke Bumi~

Adalah Tiangong-1, stasiun luar angkasa milik China yang menjadi sorotan utama dalam topik ini. Sejak September 2016, China telah menyatakan kehilangan kendali atas Tiangong-1 yang berarti bahwa satelit ini bisa jatuh ke Bumi.

Belakangan, santer terdengar bahwa ilmuwan telah memprediksi Tiangong-1 akan jatuh ke Bumi… sebentar lagi.


Yha, sebentar lagi!!!!

Tunggu, tunggu… Topik apa ini? Tiangong-1 itu apa? Kenapa stasiun luar angkasa akan jatuh? Apakah kita akan ketiban? Apakah kepala kita bakal terancam??? Kenapa dia nga ngambang aja selama-lamanya di ruang hampa???

Baiklah, untuk menaburkan ilmu-ilmu pengetahuan ke dalam sekat-sekat otak, marilah kita membaca informasi-informasi berikut~

Kenapa Tiangong-1 Bernama Tiangong-1?

Secara harfiah, Tiangong berarti istana surgawi. Namun, kalau kita bersikap sedikit sok tahu, kita bisa menemukan makna alternatif nama ini.

Dari bahasa Tionghoa alias bahasa China, Tian merupakan sebuah istilah yang sering kali digunakan untuk menyebut kosmos. Seperti yang kita-kita ini ketahui, kata kosmos, meski mirip dengan merek sebuah rice cooker, sebenarnya bermakna alam semesta atau jagat raya.

Lalu, setelah Tian, bagaimana dengan Gong?

Dalam bahasa yang sama, ditemukan sebuah nama, yaitu Gōng yang artinya adalah menghargai ilmu pengetahuan. Jadi kira-kira, kalau Tiangong jadi satu, maknanya bisa jadi menghargai ilmu pengetahuan tentang alam semesta.

Yha, kayaknya sih gitu. Pede aja dulu pokoknya, tapi tetep bilang CMIIW.

Baca juga:  THR Pakai APBD Berat Menurut Risma, Memangnya Surabaya Miskin Sekali?

Oh iya, angka “1” yang tertera di sana adalah simbol bahwa Tiangong-1 merupakan stasiun luar angkasa pertama China. Sesederhana itu penjelasannya. Simpel. Ringkas. Wow wow wow~

Karena Merupakan ‘Stasiun’, Apakah Ada Orang di Tiangong-1?

Nga ada, my lov, di sana nga ada orang~

Meski stasiun luar angkasa menjadi tempat bekerja para astronot, Tiangong-1 ini tyda melulu diisi dengan astronot. Pertama kali diluncurkan tahun 2011, Tiangong-1 menggunakan roket tak berawak. Sendiri aja dia. Kuat. Teguh. Berani.

Namun, pada masa operasionalnya, Tiangong-1 dikunjungi beberapa pesawat ruang angkasa, seperti Shenzhou 8, Shenzhou 9, dan Shenzhou 10. Lumayan lah, jadi nga sendiri-sendiri amat dia.

Hmmm. Kalau dipikir-pikir, Tiangong-1 ini kok lebih mirip keadaan hatimu daripada stasiun luar angkasa, ya? Layaknya seorang jomblo~

Kok Kamu Mau Jatuh, Sih, Tiangong-1?


Mulai dioperasikan tahun 2011, Tiangong-1 ini direncanakan digunakan sampai tahun 2013 saja. Namun kenyataannya, pengoperasian pun diperpanjang. Alhasil, lama kelamaan Tiangong-1 malah tyda berfungsi maksimal, hingga akhirnya tak terjangkau pengendalian dari Bumi di tahun 2016.

Tuh, pahami dalam-dalam. Kalau udah nga cocok, nga usah dipaksain lagi…

Seberapa Besar dan Berat Tiangong-1 Itu?

FYI aja nih, gaes-gaesku, Tiangong-1 ini punya berat mencapai 8,5 ton alias 8.500 kilogram. Sekali lagi: 8.500 kilogram!!!! Dengan kata lain, kalau berat badan rata-rata manusia adalah 62 kilogram, maka berat Tiangong-1 ini setara dengan berat badan kumpulan orang yang lagi reuni SMA atau makrab di kampus satu angkatan, lengkap.

Baca juga:  Rahasia di Balik Video Tik Tok Viral yang Kurang Berfaedah

Yha, saya juga nga tau sih kenapa harus nyamain Tiangong-1 sama berat badan orang-orang yang lagi reuni dan makrab. Hmmm.

Kapan dan di Mana Tiangong-1 Akan Jatuh di Bumi?

Ditulis oleh The Guardian, lembaga Aerospace Corporation telah mengeluarkan analisisnya bahwa Tiangong-1 akan menembus atmosfer Bumi di minggu-minggu awal bulan April. Lembaga lainnya, European Space Agency, malah langsung memberi perkiraan tanggal jatuhnya Tiangong-1: antara 24 Maret hingga 19 April 2018.

Duh, sial, bulan kelahiran aing :(((

Soal lokasi tempat jatuh Tiangong-1, belum ada ilmuwan yang bisa secara akurat memastikan, namun akhir-akhir ini telah beredar prediksi lokasi jatuhnya satelit ini, yaitu di antara China Utara, Timur Tengah, Italia Tengah, Spanyol Utara, negara bagian utara Amerika Serikat, Selandia Baru, Tasmania, sebagian Amerika Selatan, serta Afrika bagian selatan.

Gimana, pacarmu lagi kuliah di salah satu negara itu nga?

Berbahaya Nga, Sih, Jatuhnya Tiangong-1 Itu?

Hal yang pertama kali terbayangkan saat mendengar bahwa sebuah stasiun luar angkasa akan jatuh ke Bumi adalah,

“Gimana kalau kena kepala???”

Tenang, tenang~

Menurut ilmuwan, kemungkinan serpihan Tiangong-1 untuk menghantam kepala manusia sangatlah kecil, bahkan mencapai 10.000 banding 1. Lagi pula, puing-puing Tiangong-1 ini nantinya pun hanya akan tercecer dalam jarak yang cukup luas, bukannya jatuh dalam bentuk bongkahan.

Namun, di sisi lain, ia juga membawa bahaya tersendiri, my lov, mengingat ia memiliki bahan bakar yang bersifat korosif, yaitu hidrazin.

Baca juga:  Hindari Penyakit Jantung dengan Berlarian Ke Sana Kemari dan Tertawa

Bahan bakar yang satu ini merupakan senyawa tak berwarna yang mudah terbakar. Apalagi, baunya juga seperti bau amonia. Tapi, kenapa seberbahaya ini?

Entah ada hubungannya atau nga, nama sistematis hidrazin adalah diamin dan diazan.

Yap, benar. Diamin. Diazan.

Nah, mungkin inilah letak ganjilnya: coba aja kalau namanya ditambahin “-in” di belakang, pasti terkesan jadi lebih adem dan aman.

Hehe~