MOJOK.CO Meski terjerat skandal, Seungri BIGBANG tetap mendapat dukungan-dukungan cinta dari para penggemarnya. O, cinta memang buta~

Seungri BIGBANG dilaporkan jadi tersangka. Member maknae alias termuda di boyband yang namanya-aja-kayaknya-udah-semua-orang-tahu ini terlibat skandal cukup besar. Sering disebut mudah akrab dengan perempuan, Seungri sekarang malah menjadi tersangka kasus wanita panggilan untuk layanan seksual.

Kasus Seungri BIGBANG kini tengah ditindaklanjuti oleh pihak berwenang, sementara kehebohan langsung terjadi kalangan penggemar. Sebuah komunitas fans BIGBANG bahkan bersikeras memohon pihak agensi untuk hal besar yang mencengangkan: Seungri harus dikeluarkan dari BIGBANG!

[!!!!!11!!!!!1!!!!!!1!!]

Tapi, tapi, tapiiii, bukan perkembangan skandalnya yang ingin saya soroti, melainkan sikap yang ditunjukkan oleh penggemar berat idol yang bersangkutan. Meski telah dinyatakan sebagai tersangka dan diminta oleh sebuah komunitas untuk mundur dari BIGBANG, penggemar-penggemar berat Seungri pun beraksi dengan…

…ya tentu saja mendukung sang cinta, laaah~

“Seungri, be strong! We are here for you, please don’t worry. I’m sure the things will clear up and the truth will come out. We love you, you’re our everything.”

Beberapa foto juga diunggah sebagai bentuk dukungan, berisi sebuah tulisan manis untuk Seungri: “I will wait for you on this flower road.” Untuk diketahui, Flower Road adalah salah satu judul lagu dari BIGBANG.

Komentar dukungan ini kemudian mendapatkan komentar balik dari netizen lain yang keheranan setengah mati: kenapa, sih, orang yang udah salah malah tetap dibela-bela dan segitu diyakininya bahwa dia hanya sedang menjalani ujian, seakan-akan ujian itu bukan merupakan kesalahannya???

“Flower road, my a**. They’re so pathetic,” tulis si komentar balasan ini.

Terlepas dari hasil investigasi pihak berwenang, sebenarnya hal ini lucu juga buat kita ketawain. Seungri yang jadi tersangka saja masih disiram cinta begitu besarnya, persis seperti… seperti…

…seperti orang yang telah menyakitimu, tapi tetap kamu bela mati-matian.

[!!!!!11!!!!!1!!!!!!1!!]

Di beberapa komik dan cerita cinta romantis novel-novel remaja, kamu mungkin pernah menemukan dialog semacam: “Walau seluruh dunia membencimu, aku akan selalu mendukungmu.”

Saya pernah menemukan dialog tersebut beberapa kali, salah satunya di komik Happy School. Selain muntah-muntah merasa terharu membayangkan betapa dalamnya makna kalimat tersebut, saya lantas bertanya-tanya…

…kenapa??? Kenapa, sih, harus ada orang yang se-bucin itu dan tetap akan membela orang yang disayanginya walaupun dia jelas-jelas sudah bersalah dan menyakiti hatinya???

Usut punya usut, hal ini punya tiga alasan besar mengapa hal bodoh nan absurd ini terjadi:

Pertama, kita “menukar” kebutuhan dengan perasaan cinta.

Selain memenuhi rasa lapar dan haus, kebutuhan emosi menjadi penting untuk kita miliki sebagai salah satu kekuatan dasar. Kebutuhan ini sering berwujud hubungan cinta yang seharusnya diisi dengan empati, apresiasi, dan interaksi antarmanusia.

Naaah, masalah muncul ketika hubungan cinta ini disertai dengan kekerasan emosional. Kita bakal sangat mungkin memiliki pasangan yang perhatian dan selalu menolong, tapi ia juga tak bisa berhenti mengomentari bentuk badan kita yang jauh dari standar ideal. Kita bisa saja punya pacar yang bakal memeluk kita saat kita menangis, tapi ia juga menjadi sumber air mata kita setiap malam Minggu.

Dalam kasus cinta pada Seungri BIGBANG dan idol-idol lainnya, kebutuhan emosi penggemar mungkin terpenuhi dalam wujud ‘memiliki sosok yang dicintai dan balas mencintai lewat fan service’, meski mereka juga sadar bahwa sosok ini tidak mungkin dimiliki.

Tapi, ya, gitu itu. Udah tahu jauh, beda bahasa, beda kampung halaman, beda ideologi, beda dunia, teteeeep aja diaku-akuin jadi calon suami. Hadeeeeeh~

Kedua, kita “menukar” rasa cinta diri sendiri dengan perasaan cinta dari orang lain.

Seseorang hanya akan mencintai kita sebanyak kita mencintai diri kita sendiri—ingat ini baik-baik sekarang. Kenapa demikian?

Ya soalnya kalau kita lagi cinta mati-matian sama orang, kita suka lupa akan hal ini, mylov. Mata kita terbutakan pesona-pesona cinta, meski tak segalanya indah~

Sering, kan, kamu bilang, “Aku kasih semuanya untuk kamu,” ke pacarmu??? Nyatanya, mencintai seseorang dengan baik dan sepenuh hati memang terasa menyenangkan, sekaligus membuat diri kita merasa lega. Tapiiii, masalah muncul jika…

…kita tidak mendasari perasaan cinta itu dengan cinta pada diri sendiri~

Mau seberapa besar pun cinta yang diberikan oleh si pasangan—atau oleh Seungri BIGBANG ke penggemarnya lewat fan service—perasaan cinta diri sendiri tak akan pernah terpenuhi kalau bukan kita sendiri yang memproduksinya. Artinya, alih-alih membanjiri hati seseorang dengan cinta, kenapa nggak menyirami diri sendiri dengan self-love terlebih dulu?

Ketiga, kita “menukar” attachment dengan perasaan cinta.

Kita takut sendirian—ini fakta yang kadang tak bisa kita (hah, kita???) hindari. Terikat dalam sebuah hubungan membuat kita merasa bergantung dan punya attachment yang kuat dengan pasangan, mau sebaik apa pun atau sebrengsek apa pun si pasangan. Gara-gara hal ini, pola pikir kita pun menjelma menjadi…

…’pokoknya-yang-penting-aku-nggak-jomblo-jadi-aku-bakal-tetap-nempelin-kamu.’

Ya gitu itu juga pada sistem menggemari Seungri BIGBANG dan idol-idol lainnya. Daripada jadi penggemar kutu loncat yang nggak punya bias (member yang paling disuka), mendingan gigih membela bias yang sudah ada, apa pun keadaannya.

Pokoknya, setia dulu, masalah mashoook atau nggaknya, mah, urusan belakangan!