• 71
    Shares

MOJOK.COJangan sekali-kali menganggap lagu Tangan Besi sebagai alat politik. Lagu ini adalah sebuah karya seni! Bukan alat kampanye atau ajang cari muka menyambut pilpres 2019 mendatang. Jadi, mari sama-sama kita beri apresiasi.

Sebagai orang yang berusaha mengikuti perkembangan seniman kita Fadli Zon, saya selalu menanti karya-karyanya. Setelah puluhan puisi yang berhasil memukau penggemarnya, termasuk saya, akhirnya Fadli Zon kembali meluncurkan lagu beserta video klip yang berasal dari puisinya.

Kali ini, beliau menggandeng karib seniman dan politiknya, antara lain Ahmad Dhani, Sang Alang, Neno Warisman, dan Derry Sulaiman untuk membawakan lagu Tangan Besi.

Berbeda dengan saya yang menganggap rilisnya lagu ini sebagai kabar bahagia, banyak nitizen justru menghujatnya. Coba simak saja komentar-komentar di chanel youtube Fadli Zon dan cek berapa yang menyukai video tersebut.

Hasilnya cukup mencengangkan, sampai hari ini jumlah dislike dua kali lipat lebih banyak dari pada jumlah like. Lah kok bisa lebih banyak yang tidak suka? Pasti ada yang salah dengan selera musik orang Indonesia hari ini.

Saya tahu sendiri bagaimana perjuangan Fadli Zon sebagai wakil rakyat yang berusaha merangkap jadi penyair dan hari ini melebarkan sayap jadi vokalis. Apa tidak terketuk hati kalian semua melihat perjuangan orang yang mewakili kita lewat karyanya?

Dari segi musik, Fadli Zon sudah merangkul orang yang tepat yaitu Ahmad Dhani dan Sang Alang. Mereka berdua merupakan musisi top Indonesia yang sekarang sedang gencar di gerakan 2019 Ganti Presiden.

Walaupun begitu, jangan sekali-kali menganggap lagu Tangan Besi ini sebagai alat politik. Ini adalah karya, ya harus fair dong. Sebagai penikmat musik, kita harus melihatnya sebagai suatu karya musik. Bukan alat kampanye atau ajang cari muka menyambut pilpres 2019 mendatang.

Kalau kalian masih kesusahan melakukannya, coba pahami secara benar-benar lirik lagunya. Dari sana kalian akan bisa memahami niat baik Fadli Zon dalam membuka mata kita semua terhadap kebusukan suatu rezim.

Dalam lagu Tangan Besi dijelaskan bahwa ada penguasa yang topengnya sudah terbuka, sehingga semua orang bisa melihat keburukannya. Mulai dari pemberangusan diskusi, memperbanyak persekusi, membegal demokrasi, sampai menghujat kedaulatan rakyat. Semua keburukan si Tangan Besi dijelaskan dalam lagu ini.

Sekarang saya bertanya, mana ada wakil rakyat yang mau repot-repot mengabarkan hal yang sudah diketahui semua orang selain Fadli Zon? Tentu saja kita semua sudah bisa menebak maksud dari lagu tersebut untuk mengkritisi rezim Soeharto. Tapi buat apa Fadli Zon mengkritisi rezim masa lalu? Ya masa mau mengkritisi rezim sekarang yang dia sendiri jelas-jelas ada di dalamnya, kan nggak mungkin.

Saya yakin, jika sampai rezim ini seperti yang dikatakan dalam lagu Tangan Besi, Fadli Zon tidak akan sempat membuat lagu. Sebagai wakil rakyat yang good, dia akan mencurahkan jiwa dan raga untuk turut memperbaiki keadaan pemerintahan. Tidak akan buang-buang waktu membuat lagu.

Tetapi, sepertinya Fadli Zon merasa bahwa keadaan Indonesia sedang baik-baik saja dan yang paling dibutuhkan rakyatnya bukan perlindungan atau pembelaan, melainkan hiburan, akhirnya dia membuat lagu sebagai bentuk dedikasi untuk rakyatnya.

Masalah karya, percayakan saja kepada Fadli Zon. Sebagai penyair merangkap wakil rakyat, beliau pasti lebih jeli daripada kita semua. Bisa melihat apa yang tidak kita lihat bahkan bisa mengada-ada apa yang tidak ada. Tidak apa-apa, wong dalam sastra, fiksi itu sah-sah saja.

Maka dari itu, kita semua harus belajar memahami Fadli Zon yang mungkin mulai kehabisan pekerjaan, efek dari keadaan Indonesia yang baik-baik saja tadi. Cukup biasakan untuk mengapresiasi setiap karyanya.

Meski cara mengapresiasinya adalah tertawa.

Apa susahnya sih menganggap itu niat baik Wakil Rakyat menciptakan hiburan buat kita? Itu kan lebih gampang daripada harus komentar menghujat karyanya lalu debat dengan penggemarnya to?

Maaf sebelumnya, saya memang salah satu penggemar Fadli Zon. Tetapi saya tidak akan mendebat. Saya hanya ingin mengajak kalian untuk belajar menghargai suatu karya, perhatikan lebih jeli lagi keunggulan lagu terbaru Fadli Zon Tangan Besi.

Selain musik dan lirik yang Fadli Zon banget, video klipnya juga konsisten dengan topik pembicaraan Fadli Zon sehari-hari. Tanpa perlu saya cerewet untuk menjelaskan, kita semua sudah tahu bahwa pentolan grub musik penghibur rakyat ini berada di garda depan penolak kriminalisasi ulama. Intinya, pro islam gitu lah.

Sebagai umat islam atau umat yang dong kita seharusnya mendukung gagasan besar dalam video klipnya. Mereka menyisipkan kalimat Allahuakbar… Allah Maha Besar dalam lagunya dan menampilkan sekilas pasukan 212 sedang berkumpul di Monas. Mereka mencampuradukan sebuah karya dengan nama Allah sehingga lagu ini benar-benar terkesan sebagai persembahan untuk umat.

Rumusnya memang begitu, kan?

Saya salut. Saat namanya sudah besar sebagai seniman, mereka tetap mengagungkan nama Allah di lagunya. Subhanallah, Fadli Zon dkk sadar betul bahwa perkara dunia memang tidak ada apa-apanya dibandingkan kekuasaan Allah.

Saya yang melihat dan mendengarkan lagu Tangan Besi ini tiba-tiba merasa sedang berada di waktu menjelang Ramadhan. Entahlah, adem-adem gitu rasanya. Padahal sekarang ini merupakan waktu menjelang pilpres yang cenderung memanas.

Intinya, bagi kalian yang mencari oase penyejuk untuk telinga yang panas sebab keriuhan pilpres, saya merekomendasikan maha karya ini untuk kalian dengarkan berulang.

Tapi, jika ada ahli musik atau masyarakat awam yang menganggap karya lagu Tangan Besi itu biasa saja, ya harap maklum. Karena selain suka berkarya, Fadli Zon juga terkenal sebagai wakil rakyat yang suka dimaklumi. Ya sekali lagi, harap maklum.

  • 71
    Shares


Loading...



No more articles