MOJOK.COIzinkan saya membantu Om Fitra Eri untuk menjawab pertanyaan apakah Vespa Primavera Sean Wotherspoon itu layak beli atau tidak lewat surat terbuka ini.

Selamat siang, Om Fitra Eri. Apa kabar? Alhamdulillah kalau Om Fitra dalam keadaan sehat. Saya berdoa Om Fitra selalu dalam lindungan Allah SWT. Oh iya, sebelumnya saya perkenalkan diri dulu. Saya adalah penggemar Om Fitra Eri.

Begini, Om. Saya baca berita di motorplus-online.com, Vespa Primavera Sean Wotherspoon baru saja dirilis pada Jumat 18 September 2020. Belum ada seminggu udah ludes terjual. Eh tahu-tahunya, Vespa Primavera Sean Wotherspoon ini ternyata limited edition.

Vespa Primavera Sean Wotherspoon hadir dengan tampilan yang sangat unik. Kelirnya yang warna-warni adalah hasil kreasi desainer dari Amerika Serikat, yakni Sean Wotherspoon itu sendiri. Oleh Sebab itu, Vespa Primavera ini secara resmi menyematkan nama beliau. Duh, saya sampe ngiler, Om. Pengin banget punya Primavera itu.

Sayangnya Vespa Primavera Sean Wotherspoon ini punya spesifikasi teknis yang sama seperti Primavera biasa. Harganya saja yang berbeda jauh. Kalau Primavera ABS i-get dibanderol Rp44,3 juta (OTR Jakarta), si Vespa Primavera Sean Wotherspoon dibanderol Rp85 juta.

Berita terus berkembang, Om Fitra Eri. Kini, harga Vespa Primavera Sean Wotherspoon sudah tembus Rp150 juta. Sayangnya, harga segitu udah di-markup oleh showroom motor seken. Saya heran. Katanya motor baru, tapi di showroom adanya yang seken, Om.

Oh iya, tempo hari saya lihat tuh unggahan di akun Instagram-nya Om Fitra Eri. Om bilang istrinya lagi merengek minta dibelikan Vespa Primavera Sean Wotherspoon ini. Lalu Om menganggap bahwa vespa ini belum worth to buy. Kemudian Om melayangkan tiga pertanyaan di dalam caption unggahan tersebut.

Lewat surat terbuka ini, izinkan saya menjawab ketiga pertanyaan Om Fitra Eri:

Pertama: Kenapa harganya jauh lebih mahal dengan spek teknis sama dibanding Primavera biasa?

Penyematan status edisi terbatas, didesain khusus oleh Sean Wotherspoon, dan proses marketing dengan desain visualnya yang keren banget, kita nggak bisa memungkiri kalau eksklusivitas si Primavera yang satu ini terasa sekali. Wajar kalau Vespa mematok harga lebih mahal daripada Primavera biasa. Pembeli akan merasa betapa bangganya memiliki si Primavera yang satu ini.

Baca juga:  Pengendara Honda Astrea Siap Saingi Vespa dalam Hal Persaudaraan

Tapi terlepas dari itu semua, terlepas dari nama besar Sean Wotherspoon, sejauh ini saya pribadi lebih tahu nama Vespa ketimbang Sean. Itu juga saya baru bisa tahu setelah membaca berita harga Primavera tembus Rp150 juta.

Tapi jujur, sekali melihat Vespa Primavera Sean Wotherspoon ini, saya langsung jatuh cinta. Warnanya menggugah selera. Indah. Ditambah deretan kelir warna-warni pastel yang menyelimuti bagian-bagian Primavera. Saya merasa Primavera yang satu ini begitu segar auranya. Lembut banget dipandang mata.

Ada harga yang harus dibayar dari sebuah karya seni, Om. Saya nggak tahu bagaimana seni itu bekerja sehingga bisa mematikan logika. Yang saya tahu, seni bisa dirasa sampai bikin kita jatuh cinta. Oleh sebab itu, sebuah karya seni memang nggak bisa dibayar murah lalu dengan sekonyong-konyong kita mempertanyakan apakah harga segitu worth to buy atau nggak?

Ya, saya akan jawab worth to buy, Om. Ada ide kreatif yang tercurahkan di sana. Saya sampai terkagum-kagum melihat deretan sneakers hasil desain Sean yang dipajang di akun Instagram-nya.

Jadi, wajar jika istrinya Om Fitra Eri juga ngidam Vespa Primavera Sean Wotherspoon. Saya saja ikut kepingin, meskipun cinta tak harus memiliki. Jadi saya pasrahkan pada kehendak Tuhan saja.

Kedua: Apa bedanya dengan kita cat Vespa Primavera standar jadi seperti ini?

Oh ya jelas beda, Om Fitra. Seperti yang saya bilang di atas, ada ide kreatif yang tersalurkan di sana. Seandainya saja Vespa Primavera Sean Wotherspoon nggak terlahir di dunia, apakah Om Fitra bakal punya ide untuk mengecat Vespa Primavera standar menjadi seperti ini? Tentu saja nggak, Om.

Baca juga:  Legenda Honda Supra X 125 Disaingi Sanex, Mocin yang Keberadaannya Kayak Siluman

Lalu, ketika mengecat Vespa Primavera standar jadi sama persis seperti Vespa Primavera Sean Wotherspoon, apa Om Fitra nggak kepikiran telah melakukan plagiarisme? Wah, ini kreativitas orang loh, Om. Meskipun nggak menutup kemungkinan akan tetap ada versi replikanya. Sebuah Lambo saja bisa direplika, kok, apalagi cuma perkara warna cat, 100 pesen saya yakin akan tetap ada replikanya.

Tapi, sebaiknya Om Fitra jangan melakukan hal itu. Akan ada rasa yang mengganjal di hati. Emangnya, Om bakal bangga kalau naik Vespa Primavera Sean Wotherspoon versi replika?

Jangan deh, Om. Yang ada malah diceng-cengin sama Om Mobi terus dijadiin bahan roasting di konten YouTube-nya.

Daripada mengecat sebuah Primavera standar menjadi Vespa Primavera Sean Wotherspoon versi replika, lebih baik Om Fitra request warna cat khusus ke seniman airbrush atau kolaborasi dengan seorang ilustrator—layaknya Sean Wotherspoon—yang berasal dari negara kita tercinta ini. Sensasinya akan jauh lebih berbeda.

Selain itu, Om juga bisa mengangkat seniman airbrush atau seorang ilustrator yang Om ajak kolaborasi tersebut. Dalam proyek ini tentu saja Om Fitra Eri secara nggak langsung sudah mendukung dan memberi ruang ekspresi kepada mereka. Apalagi dengan potensi YouTube Om Fitra, peluang mereka meraih nama besar bakal makin besar.

Yakin deh, Om, ini lebih mulia selayaknya seorang penggemar yang memberi like and subscribe pada channel YouTube Om Fitra daripada seorang penggemar yang mengunduh konten Om Fitra dan mengunggah ulang di media lain demi kesenangan pribadi.

Baca juga:  Honda MegaPro Advance: Ganti Nama Hanya karena Iklannya Dibintangi Primus Yustisio

Ketiga: Jika emang catnya beda karena ada unsur art, kalau amit-amit kita jatuh dan si Vespa harus dicat ulang, apakah bapak Wotherspoon itu mau ngecatin motor kita?

Jawaban saya sederhana saja. Bapak Wotherspoon nggak akan mau ngecatin motor kita, Om. Lah gimana? Wong dari awal yang ngecat pabrik, kok. Tugas Bapak Wotherspoon cuma nyari ide buat desainnya. Ya kali, dalam prosesnya dia yang ngecatin satu per satu dengan segala detail yang ada.

Oh iya, saya juga nonton video di channel YouTube Om Fitra Eri yang judulnya “Vespa Primavera Sean Wotherspoon Idaman Istri”. Di akhir video Om bilang kayak gini, “Gue nggak akan beli motor ini. Masih banyak motor yang lebih menarik perhatian Gue, di harga Rp85 juta atau bahkan di atas Rp100 juta sekarang.”

Saya menangkap kesan yang mendalam kalau Om meragukan nilai worth to buy atau enggaknya. Apalagi saat Om mempersoalkan Vespa Primavera Sean Wotherspoon dibeli cuma buat ke Indomaret doang. Padahal itu bagus. Kilometer motornya jadi rendah. Tapi persoalannya terletak pada alasan yang membuat si Primavera ini layak dibeli.

Ada satu paradigma yang harus Om ubah. Kalau Om tetap berdiri pada paradigma itu, ya Honda Beat juga bisa kok ke Indomaret doang. Nggak perlu Primavera Sean Wotherspoon. Tapi kalau Om meminta jawaban atas tiga pertanyaan tersebut, sebagai penggemar, saya sudah memberikan jawabannya.

BACA JUGA Honda Scoopy Adalah Pelarianku dari Keinginan Punya Vespa dan ulasan otomotif lainnya di rubrik OTOMOJOK.