MOJOK.COSekarang aku agak hati-hati di rumah horor ini karena waktu itu aku sempat teriak pas nonton film The Conjuring, eh, di luar kamar ada perempuan yang ikut teriak juga.

Jika dilihat pada siang hari, rumahku nggak begitu horor. Tetapi setelah aku pindah selama beberapa waktu, mulai ada kejadian-kejadian aneh yang dibilang nggak bisa dijelaskan secara logis. Jadi ini antara rumahku yang memang seremin atau aku yang mulai peka….

Hal ini bermula pada 2017, waktu itu tepat pukul setengah 1 dini hari. Adikku mengirimkan pesan lewat aplikasi LINE. Dia bilang:

“Kak, malem-malem ngapain sih main piano? Berisik, itu lo yang main kan? Jangan bilang bukan lo….”


Padahal, pada saat itu, aku cuma lagi dengerin lagu di kamar dan piano selalu ditutup kalau udah malam. Horor banget. Mulai sejak saat itu, aku mulai ngalamin kejadian-kejadian horor di dalam maupun di luar rumah.

Salah satunya, waktu itu, di luar jendela kamarku persis sempat ada suara anjing yang jumlahnya banyak. Mereka menggonggong seolah ada sesuatu yang mengganggu di depan mereka. Anehnya, suara mereka bergema seperti sedang ada di dalam aula.

Suatu kali, karena penasaran (dan agak terganggu karena berisik banget), aku bangun dari ranjang buat cek di luar rumah. Waktu kaki baru napak ke lantai habis bangun dari ranjang, keributan suara anjing itu tiba-tiba hilang. Ketika aku intip dari jendela, di luar sepi banget, nggak ada anjing satu ekor pun.

Pagi harinya, seisi rumah bilang juga denger suara anjing yang ribut dan ada suara teriakan perempuan juga. Tapi, nggak ada yang berani bangun dari ranjang buat ngintip. Horor tauk.

Kejadian kayak gini itu sering banget. Aku jadi ingat cerita sopirku yang dulu sempat kerja di rumah. Dia pernah bilang kalau waktu itu dia kebangun pukul 3 dini hari dan melihat ada banyak anjing sedang mengikuti perempuan yang rambutnya panjang menyeret aspal.

Aku berusaha nggak peduli, tapi frekuensi gangguan horor di rumah makin sering. Mulai dari jendela yang diketok-ketok tengah malam, sampai ada suara jeritan perempuan kesakitan disertai gonggongan anjing yang jumlahnya banyak.

Ada lagi kejadian horor di luar rumah. Kejadiannya selalu sama, yaitu sekitar pukul 3 pagi. Ada suara laki-laki lagi siul-siul persis di dekat jendela kamarku. Kalau nggak siul, biasanya jendela kamarku diketok-ketok. Siapa coba yang berani nerobos pager rumah cuma buat siul sama ngetok jendela.

Yang paling horor adalah suara gamelan yang kedengaran dengan sangat jelas dari depan rumah. Jadi, halaman di depan rumahku tuh agak luas. Bisa kali kalau buat acara yang pakai gamelan. Tapi, ini tuh pukul 3 pagi. Siapa coba yang main gamelan jam segitu. Dan sekali lagi, ketika aku intip dari jendela, halaman depan rumah itu sepi banget.


Karena kejadian horor kayak gini lumayan sering, lama-kelamaan aku jadi agak terbiasa. Lama-lama pula aku makin bodo amat. Nah, di sini, kayaknya mereka tahu, deh, kalau aku bodo amat. Sampai suatu kali, kejadian horor itu nggak lagi terjadi di luar, tapi di dalam rumah, tepatnya di kamarku.

Ini yang paling membekas di pikiranku, yaitu ketika aku benar-benar diganggu secara langsung. Suara-suara yang terasa dekat itu nggak bisa aku lupain sampai sekarang.

Waktu itu, aku sedang video call sama teman dekatku. Tiba-tiba di teras, aku mendengar suara laki-laki menggeram seperti sedang marah. Aku masih mencoba bodo amat dan lanjut video call.


Ketika lagi asik video call, genderuwo itu menampakkan wujudnya. Temanku jadi saksinya. Dia juga melihat penampakan horor itu. Badannya berbulu tebal dan matanya cuma satu, persis seperti apa yang sopirku dulu pernah bilang.

Supirku sempat berkata, bahwa di rumahku ini, terutama di halamannya, banyak makhluk-makhluk aneh. Mantan ART rumah, misalnya, pernah diganggu Miss K di pohon asem yang ada di halaman. Nah, sopirku sendiri diganggu gondol wewe yang nangkring di pohon jeruk. Mungkin karena itu, jarang sekali ada sopir atau ART yang betah tinggal di rumah.

Aku sendiri juga sering OBE (Out of Body Experience), posisi di mana aku melihat tubuhku sendiri sedang tertidur. Saat sedang OBE, aku sering melihat makhluk-makhluk yang bermuka hancur sedang berada di atas atau di sampingku. Mereka menggeram dan menggonggong seperti anjing.

Omku bilang, mungkin itu adalah efek dari kesensitifan terhadap dunia mereka. Jadi, sejak kecil, aku sering bermain dengan teman imajiner dan sering melihat hal yang horor di rumah lama.

Saat aku mengunggah gambar rumah serta halaman rumahku di Twitter, banyak orang yang mengaku dapat melihat “mereka”. Kebanyakan orang melihat “mereka” dengan jumlah banyak dan dengan bentuk yang aneh di halaman rumah.

Menurutku itu menarik, sehingga akhirnya aku bertanya ke salah satu dari orang yang mengomentari foto-foto tersebut. Katanya, mungkin saja di rumahku ada benda yang memiliki kekuatan tersendiri untuk menarik perhatian “mereka”. Saran dari dia, sebaiknya benda itu disegel atau diturunkan “jika memang dipajang”.

Awalnya aku masih nggak tahu benda yang dia maksud. Aku menduga-duga, kemungkinan besar benda yang dia maksud adalah lukisan Jawa yang dibeli ibuku saat dulu aku kecil.

Banyak juga yang mengirimkan pesan, berkata bahwa aku harus memberi “pagar” berupa doa di depan rumah agar keluarga terlindung dari “mereka” yang berusaha mengganggu. Kemungkinan, suara perempuan yang sering berteriak itu adalah arwah dari seseorang yang terperangkap di jalanan depan rumahku sehingga ia berteriak meminta tolong.

Sisanya, memang hanya makhluk-makhluk yang iseng mengganggu. Ternyata kepekaanku akan dunia mereka makin tinggi. Sensitif, atau paranoia? Entahlah. 

Jadi, masih misteri apakah rumahku yang memang horor atau memang aku yang terlalu sensitif dan bikin mereka tertarik. Aku sudah tidak begitu peduli.

Ya, mungkin agak hati-hati sih, karena waktu itu aku sempat teriak waktu nonton film The Conjuring, eh, di luar kamar ada perempuan yang ikut teriak juga.

BACA JUGA Delapan Tahun Tinggal di Rumah Hantu dan pengalaman tinggal di rumah horor lainnya di rubrik MALAM JUMAT.

Baca juga:  Cara Jitu Membuat Pocong Hengkang Bukan dengan Ayat Kursi