MOJOK.CO Kemendagri baru saja menggelar lomba video new normal dengan total hadiah 168 miliar. Mantap sekali, pemenangnya juga keren-keren, wow.

Hadiah 168 miliar ternyata begitu fantastis buat netizen. Banyak yang mulai mencibir perhelatan lomba new normal yang digelar oleh Kemendagri ini. Belum lagi, output-nya yang berupa video memang bikin anak-anak yang ngakunya content creator jadi agak terpukul.

Bertahun-tahun latihan bikin film pendek, bikin video perpisahan, sampai video lucu aneh-aneh, ternyata yang ada duitnya adalah bikin video sosialisasi new normal. Sungguh netizen memang konsisten mempertahankan predikat sobat misqueen.

Tenang, walau saya juga tercengang, saya akhirnya menemukan sebuah pelajaran dari semua ini. Yaitu pelajaran kenapa saya nggak dari dulu masuk ke jajaran pemerintah, pasti nyaman banget di sana. Bayangkan deh, seru banget kalau kalian bergabung, Lur. Kalian nggak perlu bikin video yang njelimet dengan teknik ndakik-ndakik kayak Agung Hapsah, video kalian bisa menang lomba new normal dan bakal dapat dana miliaran.

Jadi seharusnya waktu kecil kalau ditanya,
“Cita-cita kamu apa, Dek?”

Maka akan saya jawab,
“Aku mau jadi pemerintah, Tante?”

“Lho, kok nggak pengin jadi dokter kayak teman-temanmu yang lain?”

“Susah tante, dokter taruhannya nyawa, berjuang di garda depan saat ada pandemi. Pemerintah bikin video dan pemenangnya dapat miliaran loh.”

Maka niscaya si tante akan manggut-manggut dan menyadari betapa pentingnya lomba new normal ini buat ponakannya.

Baca juga:  Liga 1 Indonesia Tidak Bisa Digelar Jika New Normal Menjadi Pilihan

Ngomong-ngomong kalian jangan suuzan dulu ya, Mylov. Siapa bilang dana 168 miliar dari Kemendagri itu dana korupsi, yeuuu! Kalau setelah sampai pemda lalu uangnya tidak digunakan untuk perbaikan daerah baru itu namanya korupsi. Dana itu adalah DID (Dana Insentif Daerah) yang memang dianggarkan dari APBN untuk daerah yang berprestasi.

Ketentuannya diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 141/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Insentif Daerah.

Terlepas dari mana dana sebesar itu, rasanya memang angka 168 miliar terlewat menggiurkan untuk ukuran lomba new normal yang output-nya berupa video. Sebagai rakyat jelata rasanya gatel aja pengin ikut. Meski tema yang dibuat nggak seru, dan hati nurani ini masih mempertanyakan kebijakan new normal, uang sebanyak itu rasanya bisa membeli segala hal, termasuk kewarasan.

Sebagai gambaran buat kalian, lomba new normal ini sudah selesai. Jadi sayang sekali bagi kalian yang lagi cari jalan buat ikutan, mohon maaf udah nggak bisa, Ngab. Lomba ini dimenangkan oleh 84 pemerintah daerah terdiri dari 7 sektor dan 4 klaster yang masing-masing menghasilkan beberapa juara.

FYI, juara pertama dapat hadiah 3 miliar, juara kedua 2 miliar, dan juara ketiga 1 miliar. Tetap saja angka yang besar, Bung. Satu miliar kalau dihabiskan buat beli sate klathak, orang se-Jogja bisa darah tinggi semua.

Sekarang, kalian mulai penasaran kan siapa saja yang menang dan video sebagus apa yang akhirnya bisa mengantongi uang 3 miliar. Saya sarankan kalian nonton penganugrahannya berikut. Nggak kalah kok sama penganugerahan OSCAR.

Baca juga:  Jogja Aman Corona Kui Tenanan Opo Ming Lamis e Pemrentah?

Apakah kalian sudah lihat?

Iya, betul. Atta Halilintar sekalipun pengin nangis lihat video pemenangnya. Saya kira juga hasilnya bakalan kayak dokumenter National Geographic, atau minimal punya efek yang menyentuh sanubari kayak video klipnya Justin Bieber berjudul ‘Intention’.

Hm, lupakan angan-angan itu. Nggak masalah kok tampilan videonya. Yang penting esensi buat mengampanyekan new normal. Biar makin banyak yang bersepeda saat Car Free Day begitu kan maksudnya? Biar orang-orang pada nongkrong lagi tanpa peduli kurva penambahan covid-19 yang terus-terusan melonjak kan maksudnya?

Lain kali, kalau mau berkarya tapi menargetkan kaya raya, jangan ke YouTube atau Vimeo. Pertama, YouTube sudah dianggap platform berbahaya dan sedang diusulkan untuk diawasi KPI. Kedua, Vimeo diblokir sama Telkomsel. Jadi, Guys, berkaryalah untuk pemda. Belajarlah dari lomba new normal yang diadakan Kemendagri.

Percayalah kalau bikin video singkat, film pendek sarat makna, apalagi pakai dana sendiri itu banyak ruginya. Ya kalau akhirnya masuk festival dan menang sih bagus. Tapi kalau akhirnya harus mengadakan pemutaran sendiri dan nggak dapat untung apa-apa, kalian nanti bokek.

BACA JUGA Kejanggalan Angka PDP Meninggal Surabaya dan Zona Hijau yang Jadi Perlombaan atau artikel lainnya di POJOKAN.