MOJOK.CO Selamat berpulang Glenn Fredly, izinkan kami mengenang betapa romantisnya karya-karyamu, karya yang layak dikenang selamanya tanpa akhir.

Glenn Fredly telah berpulang pada Rabu (8/4) di usianya yang begitu muda. Seolah baru kemarin Glenn melakukan banyak kegiatan mulia, penggalangan dana hingga bantuan terhadap tenaga kesehatan sebagai wujud dedikasinya sebagai musisi. Kabar yang tidak pernah kita harapkan ini akhirnya harus melantai, walau berat.

Saya adalah generasi 90-an yang tumbuh bersama lagu-lagu Glenn Fredly. Mulai dari “Januari”, “Terserah”, hingga “Adu Rayu” dan “Gelora Cinta” setelah ia bergabung dalam Trio Lestari. Saya begitu ingat bagaimana Kia AFI (Academy Fantasi Indosiar) menyanyikan lagu ciptaan Glenn yang judulnya “Harus Sampai di Sini”. Entah mengapa lagu perpisahan ini jadi begitu sendu jika didengarkan sekarang.

Khusus lagu “Januari”, “Terserah”, dan “Akhir Cerita Cinta” ketiganya telah menjadi track wajib saya dan kawan-kawan saat pergi karaoke. Utamanya saat salah satu dari kami ambyar dan habis patah hati, lagu-lagu itu diputar berkali-kali dan dinyanyikan sambil emosi. Cinta digambarkan Glenn Fredly dengan tidak sederhana, tapi membuat kita semakin peka dalam merasa dalam lantunan melodinya.

Kasihku…
Sampai disini kisah kita
Jangan tangisi keadaannya
Bukan karena kita berbeda

Kalau kalian membaca kalimat di atas nggak sambil nyanyi, fix kita nggak bisa berteman.

Baca juga:  Nah, Gitu Dong, Merespons RUU Permusikan dan Anang Hermansyah Pakai Emosi

Selain lagu-lagu ikonik di atas, lagu ciptaan Glenn Fredly untuk duetnya bersama Yura Yunita juga tidak kalah membekas. Lirik dalam lagu “Cinta dan Rahasia” memang terdengar jahat, tapi semakin kejam semakin terasa jujur.

Kucinta padamu
Namun kau milik sahabatku
Dilema hatiku
Andai ku bisa
Berkata sejujurnya

Sungguh, orang macam apa yang berani-beraninya suka dengan pacar sahabatnya sendiri? Namun begitulah kenyataan yang sering terjadi. Senada dengan lagunya NDX-A.K.A yang judulnya “Bojoku Ketikung”. Jadi fenomena naksir pacar teman atau naksir teman pacar memang sesuai realita.

***

Jutaan orang memaktubkan lagu “Januari” sebagai lagu yang bisa mewakili perasaan mereka karena kebetulan putus di bulan Januari. Walau mungkin tanggal 11 nanti mereka bertemu sama orang lain, demi mengimplementasikan lagunya Gigi “11 Januari”. Begitulah cinta bisa layu dan bersemi dalam kurun waktu begitu singkat.

Namun kenyataan bahwa romantisme lagu-lagu Glenn Fredly yang tidak akan juga berakhir di Januari adalah tepat. Justru saya merasa beliau telah menjadi seorang legenda yang karyanya tidak layak menemui akhir. Mengenangnya serupa minum kopi, menyesap manis pahitnya hidup. Hancur berkeping-keping lewat lagu “Sedih Tak Berujung” dan kasmaran dengan “Kisah Romantis” yang sering jadi mediator buat melamar pacar.

Kepergian Glenn mau tak mau membuat kita semua merasa kehilangan. Beliau nggak hanya ngurusin karirnya pribadi di dunia musik, melainkan juga memanfaatkan profesinya untuk misi sosial.

Baca juga:  Meninjau Kembali Hukum Menonton Konser Musik

Mecipta lagu “Kita untuk Mereka” yang didedikasikan bagi korban tsunami Aceh adalah salah satunya. Lagu ini kemudian dinyanyikan oleh Indonesia Voices, gabungan dari beberapa musisi kenamaan Indonesia. Ada saat di mana mendengar lagu ini membuat bulu kuduk merinding.

Karya Glenn tidak butuh lebih banyak lagi pembuktian agar dikenang. Layaknya cinderamata buat Indonesia, lagu-lagu dan sosoknya bakal menjadi legenda. Selamat jalan, Glenn Freddly, sosok yang selamanya akan kami rindukan. Terima kasih atas segalanya.

BACA JUGA MV “Adu Rayu” dan Imajinasi Kita Merasa Hidup Seperti Film atau artikel lainnya di POJOKAN.