MOJOK.CO Sebagai sobat gabut yang hobi jalan-jalan sambil pencitraan, marilah kita mengenal peringkat mal di Jogja biar makin afdal mainnya.

Anak gaul kok mainnya ke pasar Klithikan, mal dong biar sekalian posting dan bikin Instastory. Walau sebenarnya isi dompet yang jalan-jalan ke pasar dan ke mal sama aja tipisnya, tapi keteguhan untuk pansos patut diapresiasi.

Mojok Institute telah membuat peringkat mal di Jogja berdasarkan kelayakannya untuk tempat jalan-jalan. Perlu diketahui, yang masuk kategori mal dalam artikel ini adalah pusat perbelanjaan yang punya arsitektur sedemikian rupa sehingga orang bisa jalan-jalan, nggak cuma belanja aja. Rata-rata mal punya bangunan tiga lantai dan lampu terang benderang.

Peringkat mal di Jogja #10 Jwalk Mall

Jujur saja, seumur-umur saya ke Jwalk tujuannya adalah buat nonton film di CGV. Selain itu saya nggak pernah jalan-jalan di sana. Masalahnya, meski bangunannya luas dan lokasinya nggak jauh dari keramaian kota, Jwalk sepi banget.

Menengok bangunan sebelah dari lantai 3 Jwalk Mall hanya akan membuat kalian bergidik karena ngeri, kebayang hantu terus. Konon mal ini akhirnya digunakan sebagai office building ketimbang buat mal yang memfasilitasi remaja tanggung jalan-jalan.

Praktis Jwalk Mall masuk peringkat terakhir karena sedikit horor, sepi, dan nggak banyak orang jualannya. Jalan-jalan di sini akan menyenangkan jika kalian memang lagi ingin sendiri dan menjauh dari kerumunan sambil diterangi lampu-lampu dalam kekosongan.

Peringkat mal di Jogja #9 Gardena Department Store & Supermarket

Saya sempat berdebat dengan beberapa teman apakah Gardena masuk kategori mal atau supermarket biasa. Namun karena masih bisa buat membahagiakan anak-anak yang haus permainan ala pasar malam modern dan bangunannya tiga lantai, maka boleh lah.

Gardena terkenal dengan mal yang menjual barang dengan harga terjangkau. Sayangnya arsitektur bangunannya cenderung membosankan dan gitu-gitu aja. Otomatis mal ini kalah saing sama yang lain.

Peringkat mal di Jogja #8 Sleman City Hall

Sebagai mal paling baru di Jogja, reputasi Sleman City Hall itu bagus. Saya pribadi mengapresiasi SCH karena di sana ada Aming Coffee, kopi Pontianak yang nggak pernah saya tolak. Bagunannya yang mewah dan masih nggak ramai-ramai amat bikin jalan-jalanmu nyaman tanpa hambatan.

Baca juga:  Terima Kasih Bu Susi, Sudah Angkat Derajat Lulusan Kejar Paket C

Sayangnya SCH jauh banget dari keramaian kota. Bagi yang tinggal di sekitar Sleman dan lapangan Denggung sih nggak masalah. Tapi yang lain…

Beberapa waktu yang lalu SCH juga viral karena bangunannya sempat goyang-goyang saat mengadakan acara musik. Nah, ini malah lebih menakutkan.

Peringkat mal di Jogja #7 Transmart Maguwo

Transmart Maguwo adalah mal yang punya potensi untuk ramai. Sayangnya jarang banget ada event menarik yang membuat orang-orang mau mampir ke sana. Kebanyakan pengunjung ingin ke wahana bermain dan bioskop.

Sejauh ini, jalan-jalan di Transmart Maguwo menyenangkan kok, tapi kurang memberikan kesan. Apalagi buat sobat gabut yang ingin cari hiburan dan kesibukan.

Peringkat mal di Jogja #6 Galeria Mall

Mal ini sebenarnya masuk kategori mal senior di Jogja. Banyak banget outlet menarik buat belanja cewek-cewek, seperti drug storeunderwear, sampai sepatu murah. Tak lupa, foodcourt-nya juga lumayan lengkap dan nggak mahal-mahal amat.

Tapi Galeria Mall ya begitu-begitu aja. Jalan-jalan setengah jam sudah bosan dan bingung mau ngapain lagi. Aduh, sayang banget, padahal letaknya cukup strategis.

Peringkat mal di Jogja #5 Lippo Mall

Bagi mahasiswa UIN dan sekitarnya, Lippo Mall adalah pilihan tepat. Banyak spot buat ngerjain tugas sekalian PDKT bersama gebetan. Tapi entah kenapa Lippo nggak akan hidup tanpa adanya Se7en Sky, tempat jajan di rooftop. Berkatnya, jalan-jalan di Lippo bisa sekalian menikmati suasana kota Jogja dari ketinggian.

Peringkat mal di Jogja #4 Malioboro Mall

Jalan-jalan ke sini bisa begitu menyenangkan saat ketemu artis ibu kota. Lokasinya yang dekat dengan pasar tradisional Beringharjo bisa mengimplementasikan one stop shopping. Sayangnya bagi orang-orang yang tinggal di Jogja, ke Malioboro Mall itu malesin banget karena harus membelah kemacetan dulu.

Seriusan, orang-orang yang ke sini pas weekend itu cuma cari perkara. Udah gitu parkirnya susah, kalau pun dapat jalannya agak jauh. Ah, nggak tau deh. Padahal malnya lengkap banget.

Peringkat mal di Jogja #3 Jogja City Mall

Meski dari jalan raya mal ini susah ditemukan, tapi Jogja City Mall cukup mengasyikan dijadikan tempat kongkow. Kapan lagi bisa menikmati bangunan yang lumayan kece sambil cari makanan kekinian di foodcourt-nya. Jangan lupa selfie-selfie cantik dan pakai baju bagus.

Baca juga:  Mahfud MD Akui Pernah Tolak Tawaran Gerakan #2019GantiPresiden untuk Bergabung

Tapi jangan sampai pulang kemalaman ya, Jalan Magelang itu serem kalau sudah sepi.

Peringkat mal di Jogja #2 Hartono Mall

Nonton film bisa, makan-makan doang bisa, nyari kebutuhan rumah tangga di sini juga bisa. Hartono Mall terhitung dekat dengan pusat keramaian kota Jogja dan nggak sulit ditemukan. Kekurangan dari mal ini sebenarnya terletak di foodcourt dan gerai jajanan yang terpisah. Di bawah ada, di atas ada, jadi nggak terpusat gitu lo.

Bagi orang yang ke mal niatnya buat jalan-jalan tanpa tujuan, saat lapar mereka harus PR naik turun mal demi cari makanan yang sesuai selera. Hadeeeh semangat ya, karena lumayan lelah.

Tapi please kalau ke sini saat akhir pekan jangan naik mobil, cari parkiran bakal susah banget. Kzl. Mungkin karena tarif parkirnya murah bingits ya.

Peringkat mal di Jogja #1 Ambarukmo Plaza atau Amplaz

Nggak bisa dimungkiri kalau Amplaz itu paling ideal buat jalan-jalan dan bersenang-senang. Posisi lobby yang pas banget, dan gerainya yang lengkap parah bikin gemes lah pokoknya. Banyak event digelar di sini, semua kalangan dari mulai anak gaul ibu kota yang ngomongnya gue-elo sampai jamet pun bakal terhibur.

Baru-baru ini ada jembatan penyeberanan yang makin memudahkan pejalan kaki. Kalau pun macet nggak masalah, banyak jalan tembusan menuju Amplaz, kalian hanya perlu gesit dan punya pemahaman geografis yang oke.

Tapi nggak ada mal yang sempurna, Amplaz yang jadi favorit banyak orang ini selalu ramai. Pengunjungnya yang membludak kerap bikin Jalan Laksda Adisucipto padat merayap. Mau main dan bersenang-senang aja menzalimi pengguna jalan yang lain dulu.

[awww maaf]

Apaaa? Kalian nggak setuju dengan peringkat mal ini? Gelut wae po?

BACA JUGA Tinjauan Fashion dan Lembaga Pers Dua Kampus: UNY vs UGM atau artikel lainnya di POJOKAN.