MOJOK.COMengikuti nasihat keuangan Jouska itu banyak manfaatnya. Pada dasarnya mereka menerapkan prinsip perkiraan biaya panitia OSIS, ambil harga paling atas.

Kawan-kawan saya banyak yang mengeluh dan stres pasca menikah karena mereka harus berjuang mati-matian untuk sejahtera. Mulai dari bikin rumah sederhana, sampai mempersiapkan kehadiran buah hati. Belum lagi soal omongan tetangga, saudara, dan teman julid yang kok ya selalu nemu celah buat ngece kehidupan orang lain.

Rasane pengen napuk lambene nganggo duit.

Orang-orang prasejahtera dan generasi sandwich emang butuh banget nasihat keuangan. Mereka bagai orang tersesat tanpa Google Maps, nggak tau harus ke mana lagi untuk bisa sampai tujuan, untuk hidup mapan dan nggak lagi-lagi mikir uang. Mereka harus ketemu sama Jouska, follow akun Instagram dan Twitter mereka lalu merasakan ketakutan luar biasa.

Loh kok takut? Katanya bermanfaat?

Tunggu dulu, Hyung. Semakin kalian takut dengan perkiraan biaya hidup yang dilampirkan oleh Jouska maka semakin terpacu kalian untuk jadi sejahtera. Ibarat kuda lemes yang biar lari kencang harus dipecut sama kusirnya. Kalau nggak dipecut mereka leyeh-leyeh jalannya.

Mari kita simak salah satu contoh perkiraan biaya merawat anak ini. Wow, sobat kismin pasti memilih child free kalau begini.

Kita tahu dr. Aan sudah terheran-heran dan pengin bekerja di rumah sakit yang biaya persalinannya sebesar Rp88 juta. Mantap, karena dr. Aan juga pengin bisa bebas tanpa beban kalau bikin perkiraan biaya anak yang sampai ratusan juta itu. Ya kan, dok?

Baca juga:  Gorengannya Sudah Matang, dan Para Santri Itu akan Semakin Sering Bertengkar

Maka itu, rasa takut bagi Jouska sangat penting. Makin takut punya anak maka makin butuh nasihat keuangan dari Jouska. Manuver yang sungguh cantik.

Saya salut sama berbagai nasihat keuangan yang disampaikan oleh Jouska secara tegas tanpa aling-aling tedeng, eh. Jouska setidaknya melanggengkan cara-cara panitia OSIS waktu bikin acara di SMP. Kalau mau bikin panggung, perpisahan, dan acara gemes lainnya mereka bakal bikin proposal beserta rincian biaya keuangan.

Proposal ini nantinya bakal dikasihkan ke guru-guru dan sponsor. Makanya, ambil patokan harga tertinggi aja.

Misal kertas HVS = Rp100 per lembar, maka yang dicantumkan:
Kertas HVS = Rp50 ribu (karena ini harga satu rim di toko X, toko yang terkenal paling mahal)

Misal biaya konsumsi = Rp15 ribu dengan jumlah panitia 30 orang, maka yang dicantumkan:
Biaya konsumsi = Rp750 ribu (karena ada 20 orang lain yaitu kang parkir dan bocah-bocah yang bantu dekorasi, kang galon, penjaga sekolah, dst. dst..)

Adapun kalau panitia OSIS dapat sisa dana gegara mematok angka yang telalu tinggi di setiap acara, maka itu merupakan berkah. Sisanya bisa masuk dompet kas dan digunakan untuk kebutuhan darurat, misal bikin mading. Semua begitu jelas, mencerahkan, dengan ending keuangan yang juga menyenangkan. Kayak nasihat keuangan Jouska.

Biaya persalinan Rp88 juta ngak ada apa-apanya. Jumlah biaya yang harus dipersiapkan untuk anak sampai usia satu tahun Rp166.809.800 udah nggak kaget lagi. Dipecut-pecut dahulu, tapi nggak tahu leyeh-leyehnya kapan.

Baca juga:  Nasihat buat Jomblo dalam Melancarkan Flirting Online. Bidik dan Bribik, Lur

Jika nasihat keuangan Jouska sudah meresap hingga sum-sum tulangmu, maka beli cilok pun perlu ada rinciannya yang jelas. Seperti netizen budiman satu ini yang sudah benar-benar menyatu dengan visi misi Jouska.

Maka tidak perlu marah-marah sama Jouska karena punya strategi fear mongering yang makin menjadi-jadi. Manfaat mengikuti nasihat keuangan Jouska itu sudah mutlak bakal membantu. Berpegang erat pada prinsip anak-anak OSIS dan di akhir eksekusi keuangan akan menyisakan uang kas.

Minimal si calon anak sebelum usia satu tahun sudah bisa beliin bapaknya PS 5 tanpa harus bapaknya merajuk minta izin istri. Sungguh segi efisiensi yang luar biasa.

BACA JUGA Memaknai Makanan di Hotel Berbintang atau artikel lainnya di POJOKAN.