MOJOK.CO Perusahaan clothing yang lumayan terkenal di Indonesia ternyata pakai desain ilustrasi seniman luar negeri dan bikin semua produsen lokal ikutan malu. Padahal harusnya bangga, bikin ilustrasi kan susah, makanya digampangin aja.

Saya rasanya ingin salim sama orang Malaysia yang mengklaim reog dan lagu “Rasa Sayange” sebagai produk budaya mereka. Mereka tahu betul menciptakan budaya itu butuh waktu ratusan tahun, sementara kalau tinggal mengklaim, 5 menit juga gaaas.

Yang saya heran dulu sampai sekarang orang Indonesia masih emosian kalau mengetahui ada unsur miliknya yang ditiru sama orang lain. Orang-orang ini apa nggak bisa melihat peristiwa kosmis ini dimaksudkan untuk diambil hikmahnya? Lihat betapa mudahnya orang melakukan peniruan dan copy paste ini adalah sebuah mukjizat.

Belum lama ini sebuah produsen konveksi sebut saja Eriwent Store ketahuan pakai ilustrasi milik Nora Potwora, ilustrator asal Rusia. Ilustrator partikelir yang menggarap lukisan macan untuk desain jaket Eriwent Store kemudian dihubungi dan bikin klarifikasi. Intinya saat itu dia menggunakan jasa seorang asisten dan luput tidak melakukan check and recheck karena diburu deadline. Alhasil, ketahuanlah kalau ilustrasi itu hasil ngejiplak belaka.

Netizen juga menyoroti bayaran ilustrator yang jumlahnya cuma Rp600 ribu per karya. Nominal ini muncul di potongan percakapan yang diunggah sang ilustrator pada publik. Padahal bikin ilustrasi itu tergolong rumit dan nyeni. Katanya bayaran itu terlalu murah? Hmmm… Coba uang segitu buat foya-foya sama karyawan gaji UMR di Jogja, jaminan mereka bakal bahagia sampai seminggu.

Baca juga:  Membongkar Dapur Ilustrasi Mojok.co

Belum tuntas masalah ini, muncul produsen konveksi Zeotak System (iya, samaran) yang juga pakai karya milik seniman tato Rusia bernama Xenija. Wow, sungguh mulia kedua produsen pakaian-pakaian gaul asal Indonesia ini. Mereka benar-benar menemukan jalan pintas pengkaryaan dan mengomersialisasi karya tanpa perlu banyak keluar uang. Einstein saja tidak kepikiran.

Tapi sangat disayangkan, ternyata kedua kasus ini melibatkan ilustrator yang sama. Yaaah, padahal sudah berharap kalau ilmu Kanuragan copy paste sudah tersosialisasi dengan baik di kancah perdesainan grafis Indonesia. Makin bikin bangga khalayak.

Rasanya nggak lengkap untuk hormat ke Larry Tesler, seorang ilmuwan komputer yang menemukan tombul cut/copy dan paste. Orang ini paling berjasa dalam meringkas hajat hidup manusia. Membantu mereka yang pemalas untuk terlepas dari cengkeraman tugas dan beban kerja berat. Ide besarnya bahkan diamalkan buat bikin ilustrasi.

Larry Tesler kalau masih hidup bangga dengan ilustrator partikelir yang namanya sering disebut-sebut netizen itu. Mungkin bisa saja si ilutrator yang berinisial Y (Y for Yuhuuuu) bakal diangkat anak sama Larry Tesler karena manifestasi yang luar biasa dari ide bikin ilustrasi copy paste.

Saya dengar-dengar, pihak Eriwent Store sebenarnya sudah memberikan klarifikasi dan berjanji menanggung konsekuensi untuk membayar desain Nora Potwora. Sebuah langkah mundur yang sia-sia, taruhan, produsen konseksi ini pasti rugi bandar. Belum lagi jumlah konsumen yang makin tidak percaya itu nggak bisa kembali lagi, duh, sedih.

Baca juga:  Snack Bikini, Remas Aku: Kemasan Kreatif dan Strategi Pasar

Nah, tinggal mas ilustrator Y for Yuhuuu yang masih bertahan untuk menjadi kebanggaan. Mas Y for Yuhuuu mulai sekarang mungkin sudah berhenti untuk melakukan teknik ATM (amati-tiru-modifikasi) karena kapok sudah dibikinin utas di Twitter. Takutnya mulai sekarang dia bikin ilustrasi orisinal, kan susah, gaes. Saya agak mangkel ya kenapa pada marah-marah sama Mas Y for Yuhuuu sih, padahal dia kan sebuah totalitas?!

Teruntuk kalian yang sedang menghadapi tugas bejibun, kerjaan tanpa ampun, dan deadline nggak masuk akal. Ketahuilah bahwa bikin karya dan bikin ilustrasi orisinal itu susah banget. Makanya copy paste aja, Luuur!

BACA JUGA Starter Pack Bikin Kerajaan Baru, Hanya untuk Penyuka Tantangan atau artikel lainnya di POJOKAN.