MOJOK.CO –  Dulu model jilbab yang jadi favorit adalah Rabbani dengan pad dan karet di belakang. Jilbab pernah mengalami evolusi jadi model ikan bawal juga ternyata.

Sebagai pengguna jilbab saya menyaksikan sendiri bagaimana model jilbab dari tahun ke tahun mengalami evolusi yang luar biasa. Kalau waktu saya TK orang pakai jilbab masih jarang banget, sekarang sudah makin banyak. Alhamdulillah ya.

Ini terjadi berkat peran aktif ukhti-ukhti dalam bikin variasi fesyen jilbab jadi macem-macem. Emangnya cuma alasan pemerintah aja yang bisa neko-neko?!

#1 Model jilbab bergo tanpa pad

Saya inget banget, jilbab instan yang dilengkapi tali atau karet di belakang kepala ini populer sejak saya masih ngaji di TPA. Umumnya berwarna putih, sepanjang dada, dan dihiasi sama renda atau bunga-bunga. Model ini bikin siapa pun yang memakainya jadi kelihatan punya wajah bulat.

Sampai sekarang masih jadi misteri sih kenapa namanya ‘bergo’, berasa keren banget padahal modelnya basic. Yang jelas toko-toko jilbab menyebutnya begitu. Sekarang model jilbab bergo ramai dipakai sama selebgram dan ngetren lagi dengan tanpa renda dan dari kain yang lebih bervariasi.

#2 Model jilbab bergo pakai pad biar muka kelihatan lonjong

Pemilik pipi chubby nggak mungkin tinggal diam menyaksikan jilbab bergo yang membuat wajahnya makinkelihatan penuh. Makanya hadir inovasi jilbab bergo dengan pad atau bantalan busa di dahi. Tujuannya menciptakan ilusi biar wajah ukhti kelihatan makin lonjong.

Walau dulu umumnya selalu dihiasi payet dan bordir, jangan khawatir dianggap kayak ibu-ibu pengajian. Karena produsen udah bikin variasi yang lebih simpel dan warna-warna yang yang bikin mata sakit.

#3 Model jilbab segi empat yang pemakainya sungguh loyal

Konon orang-orang yang sudah terlanjur nyaman pakai jilbab segi empat nggak pengin beralih ke model jilbab lain. Padahal kalau dilihat dari segi kepraktisan, pakai jilbab segi empat lebih ribet dan harus sedia jarum pentul ke mana-mana.

Banyak orang pakai jilbab segi empat karena dinilai paling casual dan cocok kalau dipakai buat ngaji, kuliah, sekolah, kerja, acara resmi, dan acara dolan-dolan. Jilbab segi empat juga harganya bisa lebih murah, memungkinkan ukhti-ukhti untuk mengoleksi bayak warna.

Baca juga:  Nasehat Fashion untuk Ikon-Ikon Mojok

#4 Model jilbab segi empat dengan daleman topi

Jilbab segi empat dulu dibuat dengan kain yang begitu letoy sampai-sampai ukhti yang memakainya harus menyiasatinya dengan daleman topi. Daleman topi adalah kain yang dipakai sebelum pakai jilbab buat mencegah poninya ngintip.

Disebut daleman topi karena di bagian dahi ada pad atau bantalan dari busa yang fungsinya bikin si kain jilbab tegak membentuk wajah. Hasilnya bakal kelihatan rapi banget, tapi memakainya cukup ribet dan gerah. Kalau keringetan pun gatal-gatal kepalanya. Model ini sudah ditinggalkan karena sekarang banyak model jilbab segi empat dengan bahan mudah dibentuk, anti letoy, dan tegaknya nggak lebay.

#4 Model jilbab bawal, masih dalam kingdom jilbab segi empat

Dalam mengenakan jilbab segi empat, ukhti-ukhti menempuh jalan masing-masing untuk menghiasnya sesuai kenyamanan. Paling umum, sisa jilbab yang menjuntai sampai pusar itu disampingkan ke pundak atau diikat ke belakang leher biar nggak menjuntai tanpa aturan.

Ukhti lain yang tetap ingin menutupi dada tapi ujung jilbabnya nggak menjuntai dengan berantakan punya cara lain, yaitu dengan mengikatnya di depan. Biar kata jadi membentuk ikan bawal, yang penting aman dan nyaman. Sehat terus ukhti jilbab bawal!

Baca juga:  Gue Perempuan dan Gak Paham Esensi Beauty and Fashion Trends Ini

#5 Model jilbab pashmina yang variasinya 1001

Pemakaian jilbab pashmina sebenarnya lebih ribet dengan jilbab segi empat. Kadang, pashmina juga dijual lebih mahal. Umumnya pashmina berukuran segi panjang dari bahan crepe, katun, dan chiffon. Tapi sampai sekarang masih banyak peminatnya.

Tidak lain merek beli jilbab pashmina karena bisa dibentuk jadi macem-macem. Dibikin anggun bisa, dibikin ribet bisa, dibikin santai juga bisa. Pokoknya jilbab pashmina itu layaknya tetanggamu, bisa berganti-ganti rupa. Pemilik jilbab pashmina bakal dikira punya banyak jilbab padahal dia cuma punya satu tapi modal nontonin tutorial jilbab di YouTube.

#6 Model jilbab pocong, satu-satunya yang saya nggak pengin coba

Selain ngeri, saya juga nggak mau diteriaki penampakan kalau pulang kantor malam-malam dan kebetulan pakai jilbab putih. Tapi saya akui, desainer model jilbab ini kelewat kreatif karena selama ini nggak ada yang kepikiran mengikatkan ujung jilbab yang menjuntai ke tas kepala, membentuk pita atau… tali pocong.

Tapi bayangkan aja kalau ukhti kondangan pakai jilbab pocong begini, sambil melototin bocah-bocah yang lagi antri Zuppa Soup, ukhti mungkin didahulukan. Layak dicoba bagi muslimah yang lagi butuh tantangan.

#7 Model jilbab yang kayak Ochinchin

Saya baru tahu kalau model ini ngetren setelah melihat Indira Kalistha pakai dan viral. Viral bukan karena jilbabnya sih, tapi karena….

Setahu saya model jilbab kayak karakter Ochinchin buatan Joji alias Filthy Frank ini paling mentok dipakai buat mbak-mbak jogging atau atlet yang memang membutuhkan kenyaman ekstra saat menutup aurat. Ternyata sekarang banyak dipakai selebgram juga, bahkan ada hiasan dari jepit rambutnya juga.

BACA JUGA Semakin Lama Salesman Menawarkan Barangnya, Semakin Berat Kita Untuk Menolaknya atau artikel lainnya di POJOKAN.