Rubrik: Penjaskes

Penjelasan Soal Hand Sanitizer yang Diragukan untuk Bunuh Corona

MOJOK.CO Saatnya ngetawain orang-orang yang borong hand sanitizer karena tanpa cairan ini pun, kita tetap bisa selamat dari berbagai virus, termasuk corona.

Sesaat setelah Jokowi mengumumkan adanya WNI yang positif terkena virus corona, orang-orang jadi latah, seolah dunia bakal kiamat besok. Hal ini diwujudkan dengan gegabahnya orang-orang menyerbu pusat perbelanjaan alias panic buying.

Selain masker, salah satu komoditas yang paling banyak dibeli adalah hand sanitizer yang padahal kita semua nggak tahu persis seberapa efektif cairan ini membunuh virus corona. Intinya biar terhindar dari penularan corona tangan kita harus bersih aja, padahal ya nggak segampang itu penjelasannya.

Kalau nggak salah, saya pernah melihat sebuah video di Twitter yang memperlihatkan seorang ibu tengah antre di kasir supermarket sambil membawa satu troli penuh berisi hand sanitizer. Wow, positif thinking aja dia mungkin mau kulakan atau bahkan bagi-bagi buat orang sekampung biar terhindar dari virus corona.

Kenyataannya tanpa hand sanitizer kita masih bisa bertahan hidup. Produk hand sanitizer pada dasarnya mengandung alkohol, dan jika kandungan alkoholnya nggak cukup tinggi, maka tidak begitu efektif untuk membunuh virus dan kuman.

Melalui Rolling Stones, hand sanitizer sebenarnya nggak bisa membunuh norovirus yang menyebabkan diare. Klaim bahwa hand sanitizer bisa membunuh berbagai kuman hingga 99,9% sebenarnya adala bagian dari marketing. Akhirnya banyak yang menyimpulkan kalau cairan ini efektif bunuh virus corona.

Produk ini jadi populer karena, pertama kalian nggak perlu ribet memencet sabun dan gosok-gosok tangan. Kedua nggak butuh air buat membasuh, kadang kemageran adalah hambatan serius bagi orang-orang. Padahal jarak posisi kalian ke kran air nggak sejauh hijrah nabi loh.

Ketiga, hand sanitizer bisa dibawa ke mana-mana dan terbilang praktis. Dipakai saat ngangkot, saat ngetem bus, atau di MRT sekalipun. Keempat, cairan ini wangi dan bisa memberikan kesegaran. Uwh, malah jadi iklan ya beb.

Tapi dari keempat kelebihan di atas, hand sanitizer itu nggak bisa lebih baik dari sabun dan air, termasuk dalam rangka menghalau virus corona. Tidak ada tangan yang lebih bersih selain cuci tangan pakai sabun.

Buat pencerahan, seorang guru sekolah dasar melakukan eksperimen pada roti tawar. Roti tawar tersebut diberikan treatment tertentu misalnya disentuh tangan kotor, disentuh tangan yang pakai hand sanitizer, dan disentuh tangan yang dicuci pakai sabun. Setelah dibiarkan beberapa lama, hasilnya mencengangkan sekali, saudara.

Meskipun begitu, tenang kawan, tenang ibu-ibu yang borong hand sanitizer. Cairan ini tetap bisa membunuh virus corona kok, asal kandungan alkoholnya di atas 60%. Jadi ketimbang tergoda iming-iming hand santizer bebas alkohol yang bertebaran di pusat perbelanjaan, cek kandungan alkoholnya terlebih dahulu.

Hand sanitizer patut diajdikan alternatif melawan virus corona jika memang di dunia ini sabun sudah langka. Sabun apa pun boleh digunakan buat cuci tangan. Sabun yang digosokkan ke tangan hingga berbusa dan digunakan selama 20 detik lalu dibilas dengan air bersih, jauh lebih efektif ketimbang hand sanitizer mana pun.

Sekalipun kalian mencoba bikin versi homemade hand sanitizer alangkah lebih mantap jika kalian masih mau meluangkan waktu sepanjang 20 detik di wastafel rumah maisng-masing. Waktu 20 detik itu nggak lama kok, coba sambil dzikir atau menghitung komedo di wajah, niscaya nggak akan selama nontonin Instastory teman-teman kalian.

BACA JUGA 3 Risiko Kesehatan Mental Bagi Pasangan LDR atau artikel lainnya di PENJASKES.

Redaktur Mojok. Suka koprol.

Leave a Comment