Sudah beberapa tahun terakhir ini, Kota Magelang gencar mempromosikan slogan baru, ‘Magelang Kota Sejuta Bunga’. Slogan Kota Magelang sebelumnya adalah ‘Magelang Harapan’, yang merupakan akronim dari Hidup, Aman, Rapi, Asri dan Nyaman.

Pergantian slogan baru ini konon mengacu pada Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Magelang yang berorientasi pada terwujudnya Kota Magelang sebagai kota yang bersih, indah, tertib, dan nyaman.

Ndilalah, bunga dianggap sebagai simbol yang pas untuk merepresentasikan kebersihan, keindahan, ketertiban dan kenyamanan. Pemilihan bunga ini juga didukung oleh fakta sejarah, bahwa sejak zaman kolonial Kota Magelang telah dikenal dengan sebutan Tuin Van Java (kebun atau tamannya tanah Jawa). Maka diputuskanlah “Magelang Kota Sejuta Bunga” sebagai brand kota Magelang yang baru.

Entah bagaimana, slogan baru ini sangat cepat menyebar dan menjadi sangat populer. Sayangnya, slogan ini tak diimbangi dengan penanaman bunga yang cukup masif di beberapa taman kota dan tempat-tempat strategis lainnya. Sehingga slogannya terasa sangat rancu.

Beberapa kawan luar kota yang berkunjung ke Magelang bahkan sampai ada yang protes sama saya, “katanya kota sejuta bunga, tapi mana bunganya? Di Alun-alun memang banyak bunga, tapi itu plastik semua,” saya pun hanya bisa nyengir penuh kemakluman.

Protes orang luar kota sebenarnya cukup lumrah. Jangankan orang luar, lha wong yang orang Magelang sendiri pun banyak yang masih gagal paham dengan slogan baru tersebut, sampai-sampai dulu di awal kemunculannya, banyak yang memplesetkan ‘Magelang Kota Sejuta Bunga’ menjadi ‘Magelang Kota Sejuta Kimcil’.

Slogan Magelang Kota Sejuta Bunga juga cukup membuat saya kewalahan. Karena banyak sekali kawan atau kenalan yang bertanya, tentang asal muasal serta filosofi slogan baru ini kepada saya. Mungkin tak terlepas karena nama akun twitter saya, @AgusMagelangan, sehingga banyak yang mengira saya serba tahu soal Magelang, padahal belum tentu.

BACA JUGA:  Tipe Kekasih dan Gebetan Berdasarkan Cara Membuat Indomie

Biasanya kalau ada yang tanya soal penjelasan slogan ini, saya langsung jawab dengan lugas, “aku ora ngerti, kuwi urusane Pak Walikota!” Bagi saya, itu jawaban yang paling aplikatif, karena saya paling malas kalau harus menjawab pertanyaan ini. Alasannya dua. Pertama, karena saya butuh waktu yang cukup lama dengan penjelasan yang lumayan njlimet untuk menerangkan asal-muasalnya. Kedua, saya sejatinya bukan berasal dari kota Magelang, melainkan dari Kabupaten Magelang, sehingga secara geografis, saya tidak punya beban moral ataupun kewajiban untuk menjelaskan soal yang bagi saya sangat remeh ini. (Slogan Kabupaten Magelang adalah ‘Magelang Gemilang’)

Paling males lagi kalau sampai ada yang menanyakan sangkut paut antara slogan kota ini dengan nasib asmara saya, “katanya Magelang Kota Sejuta Bunga, kok sampai sekarang Sampeyan masih belum punya pacar?”

Verdomme! Itu pertanyaan sengak yang selalu sukses membuat saya gregetan. Ayolah, Magelang memang kota sejuta bunga, tapi ingat, kumbangnya ada dua juta.

No more articles