Di sosial media, utamanya di Twitter dan Instagram, banyak aktivis yang mempermasalahkan para selebritis yang dianggap ikut serta dalam campaign mempromosikan RUU Cipta Kerja. RUU tersebut oleh banyak pengamat dianggap cukup bermasalah sebab di dalamnya terdapat banyak poin yang berkaitan erat dengan pengurangan hak dasar pekerja seperti cuti, gaji, dan perlindungan kerja.

Para seleb yang ketahuan ikut dalam campaign yang mengusung tagar #IndonesiaButuhKerja itu pun lantas banyak mendapatkan sorotan.

Dari sekian banyak seleb tersebut, beberapa kemudian mengaku ceroboh karena asal menerima job endorse tentang isu RUU tersebut. Mereka pun memberikan klarifikasi dan terang-terangan meminta maaf atas kesalahan mereka dalam menerima job campaign.

Nah, dari beberapa artis yang memberikan klarifikasi, nama Ardhito Pramono menjadi salah satu yang paling menyita perhatian. Maklum saja, selain meminta maaf secara terang-terangan, ia juga menyatakan bahwa dirinya bakal mengembalikan uang pembayaran yang sudah ia terima dari job campaign yang sudah ia terima.

“Atas ketidaktahuan dan seakan seperti nirempati pada mereka yang sedang memperjuangkan penolakan terhadap RUU ini, saya mohon maaf. Ke depan saya akan berusaha lebih berhati-hati dan peduli. Saya musisi. Bukan buzzer. Saya ingin memiliki pengaruh, tapi melalui musik tang saya buat. Terima kasih,” terang Ardhito. “Atas permintaan maaf ini, hari ini saya sudah meminta publicist saya untuk mengembalikan pembayaran yang saya terima dari memposting tagar #IndonesiaButuhKerja.”

Keputusan Ardhito untuk meminta maaf dan mengembalikan uang yang sudah ia terima atas job campaign tersebut langsung mendapatkan banyak apresiasi. Banyak yang memuji dan kemudian membandingkannya dengan artis-artis lain yang belum mau melakukan hal seperti yang apa yang Ardhito lakukan.

Baca juga:  Kenapa Jokowi Masih Percaya Buzzer Seperti Eko Kuntadhi?

Kendati demikian, tetap saja banyak yang nyinyir pada Ardhito. Permintaan maaf Ardhito dan langkahnya mengembalikan uang dianggap belum cukup untuk menebus “kesalahan” yang ia perbuat.

Nah, sebagai orang yang cukup punya pengalaman dibully netizen yang pedasnya karet lima ini, saya merasa perlu memberikan saran kepada Ardhito tentang langkah-langkah yang mungkin bisa ia lakukan untuk melunakkan hati para netizen yang masih belum puas dengan langkah yang ia lakukan.

Apa sajakah? Ini dia.

Membuka informasi siapa yang memberikan job campaign tersebut

Sama seperti seorang koruptor yang bisa mendapatkan keringanan jika ia mau menjadi peniup peluit untuk kejahatan korupsi lain, Ardhito pun punya peluang untuk dimaafkan jika ia mau membuka siapa pihak yang memberikan job campaign #IndonesiaButuhKerja ini. Maklum, dari beberapa artis yang meminta maaf, tak ada satu pun yang mau menyebutkan agency mana yang yang memberikan job tersebut.

Kalau sampai Ardhito mau dengan terang-terangan membuka informasi, maka besar kemungkinan ia bukan hanya akan dimaafkan secara penuh, namun juga bakal dianggap sebagai pahlawan.

Orang-orang akan berhenti menghujatnya dan beralih menghujat di pemberi job.

Memberikan Giveaway

Ini cara klasik yang banyak ditempuh oleh para influencer saat blunder di sosial media. Kita harus paham bahwa ingatan netizen kita ini tipis dan lemah. Mereka akan mudah lupa pada satu kasus sebab saking banyaknya kasus-kasus baru yang muncul.

Baca juga:  A-Z Omnibus Law: Panduan Memahami Omnibus Law Secara Sederhana

Nah, dengan atau tanpa giveaway, sebenarnya netizen memang akan tetap lupa dengan apa yang sudah dilakukan oleh Ardhito. Namun kalau Ardhito mau bikin giveaway, misal dengan hadiah 10 unit iphone, niscaya orang-orang akan lebih cepat lupa, sebab temlen bakal dipenuhi oleh twit-twit para peserta giveaway saat nama “Ardhito Pramono” dicari di kolom pencarian Twitter.

Menyediakan lapak jualan di Twitter

Sama seperti poin sebelumnya, langkah ini bisa dilakukan untuk membikin orang cepat lupa. Ardhito bisa menulis di Twitter: “Yang punya barang dan jasa, silakan reply di kolom komentar, nanti akan aku retweet, siapa tahu ada pembeli yang nyangkut.”

Dengan follower yang mencapai 450 ribu, tentu sangat mudah bagi Ardhito untuk menemukan orang yang akan menitip jualannya.

Nanti Ardhito bisa meretweet banyak dagangan. Dengan begitu, profil Twitternya akan penuh dengan lapak titipan dan akan membuat orang segera melupakan “kesalahan”-nya.

Memberikan reward kepada para penentang Omnibus Law

Tak bisa dimungkiri, dari sekian banyak orang yang menentang RUU Cipta Kerja yang masuk dalam Omnibus Law, tak sedikit yang sangat ngefans dan mengidolakan Ardhito.

Nah, sebagai penebusan, Ardhito bisa memberikan semacam tali kasih arau reward kepada para penentang RUU Cipta Kerja ini. Salah satunya dengan memberikan kesempatan kepada beberapa orang untuk bisa ngobrol atau video call dengannya.

Hal ini tentu bakal menjadi langkah yang bagus dan strategis.

“Nikmati sensasi ngobrol intim bareng Budiman Sudjatmiko muda. Hanya tersedia 5 slot. Khusus untuk para penentang Omnibus Law yang beruntung.”