• 85
    Shares

Kabar pengumuman cawapres Jokowi semakin kencang. Ada beberapa nama yang semakin lekat dengan pemberitaan tersebut. Banyak usulan agar calon pendamping Jokowi di Pilpres mendatang sebaiknya adalah tokoh Islam. Atas usulan tersebut, muncul beberapa nama yang dianggap cocok, di antaranya adalah Mahfud MD dan Muhammad Zainul Majdi atau yang lebih akrab dipanggil sebagai Tuan Guru Bajang (TGB).

Untuk Mahfud MD, rasanya tak perlu dibahas panjang lebar, sebab dirinya memang sudah menjadi tokoh yang sudah malang-melintang di dunia elektoral. Nah, kalau yang TGB, ini yang cukup menarik.

TGB dianggap cocok untuk mengisi cawapres Jokowi. Usianya masih cukup muda, 45 tahun. Usia yang cocok untuk memimpin, tidak terlalu tua, tidak pula terlalu muda. TGB sudah punya pengalaman memegang jabatan politis ketika menjadi Gubernur NTB hampir dua periode. Selain dua faktor itu, TGB juga punya latar belakang ulama.

TGB merupakan cucu dari ulama terpandang yakni TGH M. Zainul Abdul Madjid atau lebih dikenal sebagai Tuan Guru Pancor, yang dikenal sebagai pendiri organisasi Islam terbesar di NTB: Nahdlatul Wathon (NW).

Sudah berpengalaman, masih relatif muda, dan masih keturunan ulama. Namun, tentunya gelanggang politik tidak selalu bisa diramal dengan mudah. Dirinya harus melewati jalan yang sangat terjal jika ingin menjadi cawapres, maklum saja, selain belum tentu bakal dipilih oleh Jokowi, Partai Demokrat, Partai tempat TGB bernaung sudah sejak lama mewanti-wanti bahwa di Pilpres mendatang, tokoh yang akan diusung adalah Agus Harimurti Yudhoyono.

Masa jabatan TGB sebagai Gubernur tinggal sebentar lagi. Itu artinya, jika benar-benar tak menjadi cawapres, praktis, TGB bisa leluasa mencari peruntungan profesi lain.

Nah, Sebelum hal itu terjadi, Mojok Institute mencoba mencarikan 5 alternatif profesi untuk TGB jika gagal menjadi cawapres Jokowi.

1. Menteri Agama

Indonesia bukan hanya agama Islam saja. Namun, kita tentu tidak bisa membantah apabila mayoritas pemeluk agama di Indonesia adalah pemeluk Islam. Oleh sebab itu, Menteri Agama lebih banyak datang dari tokoh dengan latar belakang “keislaman” yang baik.

TGB sendiri memenuhi, setidaknya, tiga syarat, yaitu berpengalaman memegang jabatan politis, berasal dari keturunan ulama, dan punya bekal pendidikan yang baik pula.

Hampir dua periode TGB memegang jabatan Gubernur NTB. Dari sisi pengalaman administratif pemerintahan, bekalnya cukup besar. Siapa tahu, ketika menjabat sebagai Menteri Agama, TGB bisa menurunkan biaya naik haji. Hehehe…

2. Pembawa Acara “Mamah dan Aa Beraksi”

Tak bisa dimungkiri, TGB adalah sosok muda dengan wajah yang teduh dan kalem, wajah yang sangat cocok dan ramah untuk dunia televisi. Karena itu, menjadi pemandu acara “Mamah dan Aa Beraksi” di Indosiar adalah langkah yang cukup beralasan.

TGB sangat-sangat layak untuk menjadi partner Mamah Dedeh. Wajahnya yang teduh tentu banyak diidolai oleh ibuk-ibuk majlis taklim.

Kesempatan ini cukup terbuka lebar, sebab Abdel sudah terlalu lama menjadi pemandu acara di Mamah dan Aa Beraksi. Penonton tentu butuh wajah baru sebagai penyegaran. Dan TGB adalah sosok yang patut diperhitungkan.

3. Pendamping Umroh

Di jaman sekarang, agen-agen travel dan umroh berlomba-lomba mencari banyak jemaah. Salah satu cara yang sering digunakan adalah dengan bekerja sama dengan kiai dan ulama sebagai pendamping umroh.

TGB tentu bisa menjadi pilihan yang menarik bagi banyak agen travel dan umroh. Jemaah umroh yang berangkat menggunakan jasa agen travel yang meng-hire TGB tentu bakal punya nilai lebih. Setidaknya, ia bisa berfoto sebelahan dengan TGB di masjidil haram dan mengupload fotonya di Instagram dengan caption yang cukup membanggakan.

“Alhamdulillah, akhirnya bisa umrah dengan didampingi oleh orang yang berani mendukung Jokowi padahal partainya tidak.”

Dahsyat betul.

4. Kepala Suku Mojok

Kalau TGB benar-benar bersedia menjadi kepala suku Mojok, percayalah, seluruh kru Mojok bakal (dengan senang hati) bersedia menggulingkan Puthut EA dari tampuk kekuasaannya. Bagaimanapun, kru Mojok tentu lebih bahagia jika punya kepala suku seorang ulama ketimbang seorang penjudi bola, itupun salah tebak melulu.

5. Anggota DPR RI

Biar masyarakat tahu kalau sosok anggota DPR RI dari Nusa Tenggara Barat bukan Fahri Hamzah melulu.