MOJOK.COMengikhlaskan uang yang dipinjam oleh kawan bukanlah hal yang mudah, namun bukan berarti tak ada cara sederhana untuk melakukannya. 

Tentu saja selalu ada kerikil-kerikil kecil namun tajam yang menganggu perjalanan pertemanan. Salah satu yang cukup sering ditemui adalah urusan utang. Bukan sekali dua kali terbit kisah persahabatan yang bisa tetap bertahan kokoh meskipun dihajar oleh masalah-masalah asmara, keluarga, pergaulan, dan lain sebagainya, namun justru tumbang oleh masalah utang yang sebenarnya kadang tidak seberapa nilainya.

Seorang bijak pernah berkata, “Meminjami uang kepada teman akan membuat Anda kehilangan dua-duanya: teman dan uang. Namun jika Anda berani menolak untuk memberikan pinjaman, Anda hanya akan kehilangan yang pertama.”

Namun tentu saja tak banyak yang cukup tega untuk memilih yang kedua. Banyak yang, didasari oleh rasa kesetiakawanan, rela meminjamkan uangnya kepada sahabat meskipun ia, boleh jadi, sedang tidak mantap kondisi keuangannya.

Nah, jika Anda termasuk golongan orang yang pernah berada dalam posisi itu, dan sampai saat ini uang yang Anda pinjamkan itu belum kembali juga, maka salah satu hal yang paling masuk akal untuk Anda lakukan adalah mengikhlaskannya.

Tentu ini langkah yang susah, sebab perkara uang, apalagi jika sudah dibalut dengan kulit komitmen, kerap tak bisa sesederhana yang kita pikir.

Kendati demikian, tentu tetap ada cara untuk melakukannya. Dengan syarat, uang yang hilang nilainya nggak sampai jutaan. Kalau sudah lebih dari itu, mungkin Anda perlu tips dari orang lain selain saya.

Jadikan uang itu sebagai ongkos menjauh

Ada kalanya, Anda memang perlu menjauh dari orang-orang yang tidak bisa menepati komitmen. Itu penting untuk kelanjutan hidup Anda yang lebih baik. Dan sialnya, kita kadang susah untuk melakukannya.

Nah, dengan menganggap uang yang Anda pinjamkan kepada kawan yang tidak bisa menepati komitmen itu sebagai ongkos untuk membantu Anda agar terjauhkan dari mereka, niscaya Anda bakal merasa lebih legowo, sebab Anda menganggapnya bukan sebagai uang yang mesti mereka kembalikan, melainkan sebagai ongkos yang harus dikeluarkan agar mereka menjauh. Ada benefit yang Anda dapat dengan mengeluarkan uang tersebut.

Kita semua paham, orang-orang yang tidak atau belum mampu membayar utang punya kecenderungan untuk menjauhi orang yang mengutangi. Nah, pemikiran inilah yang sebaiknya mulai Anda terapkan.

Biarkan mereka menjauh. Ikhlaskan uang itu sebagai ongkos proses menjauh itu. Anggap uang itu sebagai biaya untuk Anda dalam menghindarkan diri dari hal-hal tidak mengenakkan, anggap itu selayaknya biaya Anda membayar satpam yang bertugas menjauhkan rumah Anda dari para maling dan tukang corat-coret tembok.

Mengingat kebaikan kawan Anda

Ini cara lain yang mungkin bisa Anda pakai: mengingat kebaikan yang pernah kawan Anda buat untuk Anda. Cara ini biasa saya gunakan ketika kawan yang saya pinjami itu adalah tipikal kawan yang saya merasa sangat berat jika harus putus hubungan perkawanan dengannya.

Kalau Anda meminjamkan uang kepada kawan jenis ini, dan ternyata uang tersebut susah kembali, maka cobalah mengikhlaskannya sebagai imbalan atas perbuatan baiknya kepada Anda.

Ingat momen saat ia pernah menolong Anda saat Anda hampir tenggelam di sungai. Ingat momen saat ia pernah membantu Anda terhindar dari palakan preman sekolah karena kalian berjalan bersama. Ingat momen saat Anda pernah terhindar dari gamparan orangtua karena kawan Anda itu membantu Anda bersembunyi saat Anda belajar merokok saat SMP. Dan Ingat-ingat yang lainnya.

Ini akan membantu Anda untuk mengikhlaskan uang yang sudah Anda pinjamkan, sebab setelah mengingat-ingat banyaknya kebaikan-kebaikan kawan Anda itu, nilai uang yang Anda pinjamkan itu menjadi tampak tak ada apa-apanya.

Memosisikan diri berada di posisi kawan Anda

Ini cara yang juga kerap ampuh untuk membuat Anda mengikhlaskan uang yang sudah Anda pinjamkan kepada kawan Anda, walau tentu saja cara ini agak sulit, sebab ia memerlukan sikap huznuzon dengan kadar yang tidak sedikit.

Cobalah Anda membayangkan saat berada di posisi sulit seperti kawan Anda dan memahami betapa tidak mudah untuk membayar utang.

Penderitaan hanya bisa dipahami oleh sesama penyintas penderitaan. Dan pehahaman itu, kemudian akan bermuara kepada pemakluman, yang pada akhirnya bertumbuh menjadi pengikhlasan.

Menjadi kaya raya

Ini tak perlu dijelaskan lagi. Tak ada orang kaya yang tak bisa mengikhlaskan uang ratusan ribu yang pernah dipinjam oleh kawannya sendiri.

BACA JUGA Cara Cepat Menjadi Kaya dan artikel AGUS MULYADI lainnya.

Baca juga:  Cinta Tak Pernah Tepat Waktu, Begitu pun Warga NU