habib rizieq

Tanda Penting di Balik Kepulangan Habib Rizieq

Hari ini, Habib Rizieq resmi pulang ke Indonesia. Kepulangannya ke Indonesia menjadi sebuah fenomena tersendiri. Kendati FPI sejak awal tidak pernah memberikan instruksi kepada anggotanya untuk ikut menjemput dan menyambut Habib Rizieq di bandara, namun tetap saja ada ribuan massa yang datang untuk menyambut sosok yang oleh para pengikutnya dianggap sebagai imam besar itu.

Sejak pagi hari, massa FPI dan segenap pendukung serta simpatisan Habib Rizieq sudah mulai menyemut menuju bandara. Ruas jalan menuju bandara Soekarno-Hatta lumpuh. Kemacetan parah terjadi karena jalanan dipenuhi oleh massa yang datang untuk menjemput Habib Rizieq. Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta tak butuh waktu lama untuk berubah menjadi selayaknya bukit arafah yang penuh oleh orang-orang berpakaian warna putih.

Tak main-main, efek dari penuhnya Bandara Soekarno-Hatta oleh massa yang hadir untuk menyambut Habib Rizieq membuat banyak penumpang tertahan di jalan tol sampai harus dijemput oleh petugas bandara menggunakan mobil patwal. Menurut Dirjen Perhubungan Udara, penuhnya Bandara Soekarno-Hatta oleh massa penjemput Habib Rizieq membuat 28 penerbangan mengalami delay setidaknya sampai 3-4 jam.

Saat Habib Rizieq pada akhirnya muncul di hadapan massa yang mungkin sudah tak sabar untuk menunggu kedatangannya, suasana langsung bergemuruh. Orang-orang berteriak memanggil-manggil nama Habib Rizieq. Sang “Imam besar” pun langsung memberikan orasi singkatnya. Dengan megaphone di tangan yang membuat dirinya selayaknya Krisyanto vokalis Jamrud saat menyanyikan lagu “Ningrat”, Habib Rizieq mengucapkan rasa terima kasihnya serta meminta agar para penjemput untuk pulang ke rumah masing-masing.


Baca juga:  Kolom: Alasan untuk Tidak Menulis

Video orasinya sesaat setelah tiba di Indonesia banyak beredar di media sosial. Dalam berbagai video yang beredar, sana, tampak belaka betapa dahsyatnya sambutan yang diberikan oleh para pendukung Habib Rizieq.

Di Petamburan, jumlah massa yang meramaikan area penyambutan tak kalah besar. Jalan menuju kediaman Habib Rizieq dan juga markas besar FPI penuh sesak oleh masyarakat. Baliho-baliho dan umbul-umbul sambutan terpasang di berbagai titik seperti kampung yang sedang menyambut juri penilaian lomba sapta pesona.

Melihat euforia sambutan masyarakat atas kepulangan Habib Rizieq tersebut tak bisa tidak memang mengingatkan saya pada penyambutan kepulangan Presiden Soekarno di Jakarta pada 28 Desember 1949 setelah hampir empat tahun lamanya ia bersama Hatta harus mengungsi ke Jogja akibat situasi pergolakan pasca kemerdekaan Indonesia.

Soekarno akhirnya bisa kembali ke Jakarta setelah pihak Belanda yang diwakili oleh A.H.J. Lovink yang menjabat sebagai Wakil Mahkota Belanda di Indonesia menandatangani surat pengakuan kedaulatan Indonesia.

“Saudara-saudara sekalian. Alhamdulillah saya ucapkan di hadirat Allah subhanahu wa ta’ala. Ini hari aku telah menginjak lagi bumi Jakarta. Sesudah hampir empat tahun lamanya saya tidak bersua dengan saudara-saudara. Empat kali 365 hari saya berpisah dengan rakyat Jakarta laksana rasanya seperti berpisah 40 tahun, saudara-saudara,” kata Soekarno yang langsung disambut sorak rakyat.

“Kepada pegawai, kepada saudara-saudara Marhaen, saudara-saudaraku tukang becak, saudara-saudaraku tukang sayur, saudara-saudaraku pegawai yang sekecil-kecilnya, tidak ada satu yang terkecuali. Semuanya, saudara-saudara, saya sampaikan salamku kepada saudara-saudara sekalian… Alhamdulillah. Sekarang di halaman ini telah berkibar Sang Dwi Warna.”

Baca juga:  Siaran Langsung Jokowi Disuntik Vaksin Harus Menjadi Siaran yang Menghibur Masyarakat

Kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia yang mendapatkan sambutan sangat meriah laksana seorang Soekarno saat kembali ke Jakarta tentu saja bukan hal yang yang kebetulan.

Kedatangan Habib Rizieq bertepatan dengan hari pahlawan. Geliat hari pahlawan di sosial media tahun ini menjadi kalah gaung sebab berita tentang kepulangan Habib Rizieq. Ini menjadi semacam sasmita bahwa ada nuansa kepahlawanan yang kental dalam sosok Habib Rizieq.

Selain itu, titik kepulangan Habib Rizieq berawal di Bandara Soekarno-Hatta. Sekali lagi, tentu saja ini bukan kebetulan. Seorang tokoh disambut layaknya Soekarno di tempat yang juga punya unsur nama Soekarno.

Ketiga, kepulangan Habib Rizieq membawa rencana revolusi akhlak. Hal tersebut dari namanya saja sudah senada dengan konsep revolusi mental yang sejak lama ditawarkan oleh Presiden Jokowi.

Bayangkan, ada banyak kata kunci yang bisa diambil: Habib Rizieq, pahlawan, Soekarno, revolusi, presiden.

Dengan lima kata kunci ini saja, sudah bisa diambil kesimpulan bahwa alam sudah memberikan tanda yang jelas, bahwa di masa depan, Habib Rizieq punya kemungkinan untuk menjadi…

Yak, betul, kader PDIP.