Tanya

Dear, Mas Agus.

Aku pengin curhat sedikit soal perasaanku sama seseorang yang aku kenal lewat Facebook. Sebut saja namanya Intan. Usianya 25 tahun alias 2 tahun lebih tua dari aku.

Kami saling kenal sekitar dua tahun lalu. Kami kenal gara-gara kami sama-sama tergabung di grup konsultasi bisnis online gitu, deh. Kebetulan, aku memang punya passion di bidang bisnis online. Aku dan adikku merintis bisnis jualan casing hape secara online yang alhamdulillah masih terus jalan sampai sekarang.

Nah, awal bisa mulai berhubungan sama Intan ini gara-gara dia sempet posting di grup tentang pertanyaan seputar iklan Instagram. Karena aku merasa punya link tutorial yang menjawab pertanyaan dia, aku bales kan postingan dia. Aku kasih link yang isinya jawaban atas pertanyaan dia.

Nggak diduga, dia kemudian DM aku dan bilang terima kasih. Dari situlah kemudian kami mulai saling intens tektokan. Awalnya kamua sering sharing soal bisnis online (dia punya usaha jualan souvenir wisuda gitu), tapi lama-kelamaan, timbul semacam rasa suka. Pribadinya yang supel dan menarik, membuat aku merasa nyaman kalau ngobrol sama dia.

Nah, di sinilah dilemanya. Dia ternyata sudah naksir sama orang. Dia pernah bilang kalau dia tertarik sama temen kampusnya, sebut saja Indra. Pas dia curhat kalau dia naksir sama temennya itu, aku tentu saja berlagak tegar, walau hati ambyar.

Tapi untungnya, Indra sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda kalau dia tidak tertarik sama Intan. Soalnya, kata Intan, ia pernah semacam ngasih kode-kode gitu, dan Indra nggak merespons.

Aku pengin sekali menikung Intan dan mendekatinya. Tapi jarak memisahkan kami. Aku di Bandung, sedangkan dia di Malang. Aku takut kalah saing, aku takut Indra keburu berubah pikiran. Apalagi dia kan jago kandang. Mangkanya belakangan ini, aku mulai mengurangi intensitas chat sama dia.

Nah, Menurut Mas Agus, langkah apa yang harus aku lakukan ya.

Semoga Mas Agus bisa memberikan sedikit pencerahan.

~Jojon

 

Jawab

Dear Jojon yang baik hati.

Begini, Jon.

Memenangkan cinta itu rumusnya satu, yakin. Kalau dari awal Anda tidak yakin, itu ibarat Anda memulai pertandingan dengan skor awal 0-1. Jadi langkah awal yang harus dilakukan ya membulatkan keyakinan.

Nah, langkah berikutnya adalah, mulai lakukan serangan intens. Witing tresno jalaran saka kulino. Cinta itu terbangun dari kebiasaan. Sering-seringlah ngobrol sama Intan. Jangan malah mengurangi intensitas ngobrolnya.

Lha perempuan itu kan butuhnya kenyamanan. Dan salah satu jalan menuju kenyamanan itu ya melalui obrolan dan percakapan. Kalau Anda mengurangi intensitas ngobrol, itu artinya Anda menutup secara perlahan pintu menuju kenyamanan itu.

Bangun kultur dimana Intan boleh saja suka dengan Indra atau siapa saja, tapi untuk urusan kenyamanan, tetaplah Anda yang menjadi tempat kembali bagi Intan. Pada titik ini, kelak Intan akan merasa, bahwa ada seseorang yang sebenarnya lebih punya potensi untuk dijadikan sebagai kekasih. Seseorang yang selalu siap menjadi tempat curhat.

Pamerkan ilmu-ilmu tentang bisnis online yang Anda punya. Buat itu menjadi value penting yang layak untuk dipertimbangkan oleh Intan. Jadikan Intan punya semacam perasaan “banyak lelaki di luar sana, tapi hanya Jojon yang paham bisnis online.”

Kalau sudah berada di tingkat yang sudah sangat dekat, jangan ragu untuk mengungkapkan perasaanmu. Jangan takut saing dengan Indra. Dia memang jago kandang. Tapi perlu Anda ingat. Cinta bukanlah pertandingan home and away, ia adalah pertandingan usiran yang tidak peduli mana yang statusnya home dan mana yang statusnya away.

Kalau ternyata ditolak gimana? Ya nggak gimana-gimana. Intan kan ya memang berhak menolak.

Ingat, kamu ini cuma Joni. Bukan Fir’aun.

~Agus Mulyadi