MOJOK.COBagi saya, Samsung Galaxy Tab S7 Plus adalah tablet Android terbaik saat ini. Harganya memang cukup mahal, tetapi sepadan dengan pengalaman yang ditawarkan.

Menurut saya, Samsung Galaxy Tab S7 Plus adalah jawaban dari pertanyaan apakah tablet mampu menggantikan peran laptop. Berkat performa yang asik banget, layar kece, dan keunggulan S-Pen “gratis”, saya kira kemampuan primer dari laptop sudah tersaingi. Oleh sebab itu, tablet ini layak jadi pilihan. Terutama buat kamu yang ingin lebih produktif dan tidak terlalu peduli soal harga.

Salah satu dagangan utama Samsung Galaxy Tab S7 Plus adalah kemampuan S-Pen yang meningkat pesat. Sama seperti Galaxy Note 20 Series, latency atau jeda waktu S-Pen meningkat di angka 9 ms. Menjadi dua kali lebih cepat dari seri sebelumnya.

Sensitivitas S-Pen juga makin akurat. Jika kamu memberi tekanan lebih pada S-Pen dan layar, goresan yang dihasilkan jadi lebih tebal. Begitu juga sebaliknya. Berkat latency yang lebih singkat, pengalaman pengguna pasti meningkat. Urusan desain, mencatat, dan aktivitas lain menggunakan S-Pen jadi makin asyik berkat kemampuan layar menangkap goresan lebih cepat.

Keunggulan kedua dari Samsung Galaxy Tab S7 Plus adalah performa. Bermodal chipset terbaik dari Qualcomm saat ini, Snapdragon 865+ yang dilengkapi GPU Adreno 650, skor benchmark dari Antutu sebesar 605 ribu. Jauh di atas rata-rata tablet lainnya.

Aplikasi yang tertanam di dalam Samsung Galaxy Tab S7 Plus ini jadi lebih optimal digunakan. Jangankan game berat, tablet ini juga mampu multitasking aplikasi yang dijalankan bersamaan. Kinerjanya sama persis kayak laptop.

Menulis di Microsoft Word, browsing data di Google Chrome, sekaligus nonton video BLACKPINK atau JKT48 di YouTube bisa dilakukan bersamaan. Multiwindows berjalan optimal dengan chipset terbaik saat ini.

Samsung Galaxy Tab S7 Plus juga enak banget buat desain atau edit video. Padahal processing dua aktivitas ini berat banget. Sebagai pengguna, kamu cuma tinggal membiasakan diri menggunakan aplikasi yang berjalan di Android. Mengingat kebiasaan penggunaan Windows atau MacOS serta Android tentu berbeda.

Nah, kalau mau merasakan pengalaman menggunakan laptop atau private computer (PC), kamu bisa menggunakan fitur Samsung DeX. Fitur ini akan menghadirkan tampilan desktop di tablet. Bahkan, kita bisa menggunakan monitor tambahan ketika dicolok dengan Port Type-C to HDMI. Nama DeX adalah singkatan Desktop Experience.

Bicara monitor, layar Samsung Galaxy Tab S7 Plus sudah menggunakan panel Super Amoled berukuran 12,4 inci dengan resolusi 1.752 x 2.800 piksel. Sementara itu, refresh rate 120 Hz juga dihadirkan untuk menunjang kepuasan penggunaan. Bisa dibilang kalau ini layar terbaik untuk tablet terbaik dari Samsung.

Nah, ini bagian yang saya suka, yaitu desainnya yang tipis. Enak banget buat diajak bepergian. Jadinya nggak bikin ribet.

Untuk perkara sound, bermodal empat speaker di bagian atas dan bawah memberikan suara yang cukup kencang. Apalagi jika menggunakan fitur Dolby Atmos yang bisa memberikan preferensi suara sesuai kebutuhan. Bikin multimedia dan gaming makin enak.

Bagaimana dengan baterai? Tablet Samsung Galaxy Tab S7 Plus baterainya nggak tanggung-tanggung. Kapasitas daya baterainya sebesar 10.090 mAh, yang mendukung kemampuan pengisian daya cepat 45 W. Tablet ini juga memiliki proteksi dengan in-display fingerprint.

Fitur lain yang menarik buat saya adalah keberadaan kamera 8 MP. Posisinya persis kayak kamera di laptop. Jadi ketika digunakan untuk rapat online sehari-hari, posisi gambar yang dihasilkan jadi pas. Sementara di belakang, tablet ini menggunakan konfigurasi dua kamera 13 MP untuk kamera utama dan 5 MP untuk kamera ultrawide. Hasilnya, cukup lumayan untuk ukuran tablet.

Pengalaman penggunaan dan spesifikasi tinggi menjadi kunci keunggulan laptop, eh tablet ini. Dengan segala hardware terbaik, Samsung mengimbanginya dengan software yang optimal. Bermodal One UI 2.5 berbasis Android 10, ditambah beragam fitur seperti DeX, banyak fitur Samsung Galaxy Tab S7 Plus bisa jalan optimal. Nggak bikin emosian karena sering lemot.

Biar makin asik, saya sarankan kamu membeli book cover keyboard. Di cover keyboard ini sudah ada touchpad seperti laptop. Toh pengalaman mengetik dengan cover keyboard  juga enak.

Oleh karena itu, menurut saya, Samsung Galaxy Tab S7 Plus adalah jawaban dari pertanyaan mampukah tablet menggantikan laptop. Yah, apalagi gantiin laptop kentang. Bisa malu itu laptop. Mulai dari basic seperti mengetik hingga yang lumayan berat seperti desain dan edit video, tablet ini siap diadu.

Satu-satunya kelemahan (kalau bisa dianggap begitu) adalah harganya yang cukup mahal. Samsung Galaxy Tab S7 Plus dibanderol Rp17 juta kurang dikit. Tapi, yang namanya harga selalu relatif. Kalau buat tablet Android terbaik, harga segitu masih oke, lah. Nah, kalau masih pikir-pikir perkara harga, tentu kalian bukan target pasar dari tablet ini.

Kalau kamu belum punya uang sebanyak itu, Samsung menyedikan Tab S7 biasa dengan varian 6/128 GB dengan harga Rp13 juta. Tentu saja, dengan kortingan spesifikasi seperti layar yang hanya berukuran 11 inci, panel layar IPS, latency S-Pen masih 26 ms, serta baterai yang hanya 8.000 mAh.

Kedua varian dari Tab S7 Series ini tetap tergolong layak beli kalau buat saya. Bedanya, untuk “versi mahal”, bonus pengalaman multimedia jauh lebih baik, sementara “versi murah”, ya, untuk yang basic saja.

BACA JUGA iPad Pro 2018 atau Samsung Galaxy Tab S4, Memilih Tablet Terbaik Sesuai Kebutuhan atau ulasan gadget lainnya di rubrik KONTER.

Baca juga:  Bocoran Spesifikasi Vivo V9, Bukan Smartphone Selfie Biasa